Soal Penangkapan Mobil Tangki BBM Solar ‘Ilegal’, Mabes Polri Diminta Periksa Semua SPBU di Takalar

Soal Penangkapan Mobil Tangki BBM Solar 'Ilegal', Mabes Polri Diminta Periksa Semua SPBU di Takalar

Takalar,Upeks.co.id– Tim Mabes Polri mulai mengungkap dugaan praktik penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di wilayah Sulsel. Pengungkapan dimulai dari sebuah mobil tangki berkapasitas 8.000 liter solar yang diamankan dari SPBU 74.922.12 Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sabtu (16/9/2023).

Saat ini mobil tanki bermuatan solar subsidi yang yang bertuliskan PT HBP itu telah diamankan di Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel guna pemeriksaan lebih lanjut.

Bacaan Lainnya

“Memang benar ada penangkapan dari tim Mabes. Saat ini sudah diamankan di Polda Sulsel, untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Takalar, Iptu Asnawi yang dikonfirmasi, Minggu (17/9/2023).

Pengungkapan kasus BBM Solar bersubsidi yang diduga akan dijual ke industri oleh tim Mabes Polri tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan aktivis pemuda di Kabupaten Takalar.

“Kami harap tim dari Mabes Polri tidak berhenti sampai disitu. Karena, di Takalar hampir semua SPBU diduga melakukan praktik penjualan BBM Solar bersubsidi yang tidak sesuai peruntukannya,” ucap Nasrul, salah satu aktivis pemuda Takalar.

Selain SPBU, Nasrul juga meminta tim Mabes Polri untuk mengusut dugaan keterlibatan oknum Aparat Penegak Hukum (APH) dalam praktik “Mafia Solar” tersebut. “Kenapa begitu bebas SPBU menjual BBM solar subsidi yang tidak sesuai peruntukannya, pasti ada indikasi keterlibatan oknum anggota didalamnya. Jadi, kami minta dan berharap tim Mabes Polri untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk periksa pemilik SPBU nya,,” tegasnya.

Diketahui, Kabupaten Takalar merupakan salah satu wilayah paling rawan dalam penyelundupan solar subsidi di Sulsel. Saban hari, banyak SPBU yang melakukan penjualan solar subsidi kepada pelanggan yang membawa jeriken.

Ada juga yang menggunakan mobil dengan tangki yang sudah modifikasi. Khusus Takalar, penyaluran BBM dilakukan menggunakan jalur laut dengan menggunakan kapal keluar Sulsel. Diduga ada yang dipasok ke Sulteng, Sultra, NTT hingga Provinsi Papua. Bukan hanya Takalar, hampir semua kabupaten dan kota di Sulsel seperti, Makassar, Gowa, Sinjai, Pinrang, Maros, Pangkep, Sidrap, Parepare, Bone, menjadi sasaran para mafia BBM subsidi untuk meraup keuntungan besar. (rif)