Peringati Maulid Nabi, Ahad 1 Oktober 2023

PP IKA Unhas-AAS Foundation Hadirkan Gus Muwafiq

PP IKA Unhas-AAS Foundation Hadirkan Gus Muwafiq

 

MAKASSAR, Upeks.co.id – Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin menggelar Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahad (1/10/2023), di AAS Building.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita ini akan dihadiri sekira seribu alumni, menghadirkan K.H. Ahmad Muwafiq, S.Ag atau lebih dikenal dengan Kyai Muwafiq atau Gus Muwafiq.

Gus Muwafiq yang yang ceramah-ceramahnya viral di kanal media sosial akan menyampaikan hikmah maulid dengan tema Merawat Persatuan Manifestasi Perindu Nabi.

Menurut Ketua Panitia Tabliqh Akbar, Ustadz Ahmad Musa Said persiapan panitia menyelenggarakan kegiatan sudah maksimal sehingga saat pelaksanaan akan lancar.

“InsyaAllah segala sesuatu sudah kami siapkan, termasuk pendaftaran kehadiran secara online,” kata Ahmad Musa, yang akrab disapa Ustadz Uca.

Bagi alumni yang ingin mengikuti kegiatan ini, lanjut Ustadz Uca diharapkan mengisi formulir agar jumlah yang akan hadir bisa diantisipasi.

Untuk konfirmasi kehadiran, jelas alumni Fakultas MIPA silakan mengisi pada tautan berikut: http://bit.ly/maulidnabiikaunhas.

Ditambahkan, panitia menyediakan doorprize berupa 5 handphone dan
hadiah bagi pemenang lomba Kaddo Minnya (Kanre Maudu) puluhan juta rupiah.

“Kriteria penilaian bagi peserta lomba kado minnya adalah rasa, estetika dan kuantitas,” ujarnya.

Hingga pkl 18.00, Sabtu (30/9/2023) jumlah pendaftar lomba Kaddo minnya 30 tim, termasuk IKA Sumatra Utara.

“IKa Sumatra Utara sudah mengkonfirmasi akan mengikutkan tim pada lomba kaddo minnya ,” ungkap Ustadz Uca.

K.H. Ahmad Muwafiq, S.Ag atau lebih dikenal dengan Kyai Muwafiq atau Gus Muwafiq (lahir 02 Maret 1974) adalah salah satu ulama Nahdlatul Ulama’ (NU) yang mencerminkan pola pikir PBNU saat ini.

Saat ini Gus Muwafiq menetap di Yogyakarta, dan mengasuh pondok pesantren di daerah Sleman, Yogyakarta.

Meskipun jadwal pengajian yang harus dihadiri sangat padat, namun Gus Muwafiq tetap berusaha mengasuh santri-santrinya dalam konteks kehidupan pesantren..(**)