Buka Kuliah Umum, Rektor UIN Alauddin Makassar: Pascasarjana Jantung Transtelektualitas

Buka Kuliah Umum, Rektor UIN Alauddin Makassar: Pascasarjana Jantung Transtelektualitas

Samata, Upeks– Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis M A Ph D, membuka orientasi dan kuliah perdana Pascasarjana di lantai IV gedung Rektorat Kampus II UIN, Senin (18/9/2023).

Dalam pidatonya yang penuh semangat, Guru Besar Sosiologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini menegaskan, Pascasarjana sebagai jantung transtelektualitas.

Bacaan Lainnya

“Pascasarjana merupakan jantung kita, harapan yang menciptakan transtelektualitas. Kuncinya ada di Pasca, jadi kalau kajian Pasca mandek, jantung intelektual kita akan mandek juga,” tegas Prof. Hamdan Juhannis.

Dalam upaya untuk memperkuat kajian ini, Prof Hamdan Juhannis mendorong Pascasarjana mengundang para pakar dalam berbagai bidang, termasuk HAM, hukum politik, sosio-politik, dan moderasi beragama.

Prof Hamdan Juhannis meyakini bahwa isu-isu yang mereka bahas harus diperkuat sebagai bagian dari penguatan kajian, yang sering dia sebut sebagai transtelektualitas

Dalam pandangannya, mahasiswa Pascasarjana yang kuat dalam kajian dan penguasaan bidangnya memiliki kekuatan yang tak ternilai. Dia menegaskan bahwa kekuatan Transtelektualitas tidak hanya memerlukan uang, melainkan komitmen dan dedikasi.

“Intelektualitas tidak ada matinya. Kalau dia tersudut, dia akan hidup pada aspek intelektualitasnya. Kenapa? Karena mereka mampu menguasai bidangnya dan mampu mempengaruhi bidang-bidang lainnya. Itulah menjadi modal mahasiswa pasca,” paparnya.

Dia juga berharap agar Direktur dan Wakil Direktur baru dapat memperkaya kajian Transtelektualitas. Ia berpendapat bahwa lalu lalang ide, pasar gagasan, dan semangat intelektualitas harus mengisi setiap sudut kampus.

“Kalau kajian pasca mandek, apa harapan kita untuk memperkuat intelektualitas sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tentu mengandalkan intelektual agar bisa berkontribusi kepada masyarakat?,” ujarnya.

Yang tak kalah penting kata Penulis Buku Melawan Takdir ini kajian dengan pendekatan interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner dalam upaya memperdalam pemahaman dan pengetahuan. (rls)

“Kini, dengan konsep MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), siapa saja bisa bergabung dengan kita untuk meramaikan diskusi intelektual ini,” pungkasnya.