STR Dokter-dokter Gigi Segera Berubah Menjadi Lembaran Digital (Paperless) & Berlaku Seumur Hidup

STR Dokter-dokter Gigi Segera Berubah Menjadi Lembaran Digital (Paperless) & Berlaku Seumur Hidup

 

Makassar, Upeks.co.id — Ketua Konsil Kedokteran (KKI)
Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D, mengungkapkan,
KKI mempunyai peran dan fungsi strategis dalam pengawalan mutu profesi kedokteran di Indonesia guna mendukung visi dan misi Presiden RI. Sebagai bagian dari kekuasaan eksekutif, KKI akan selalu mendukung kebijakan pemerintah, yang dijalankan dengan penuh tanggungjawab demi negara Indonesia tercinta.

Bacaan Lainnya
 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) mempunyai fungsi pengaturan, pengesahan, penetapan, serta pembinaan dokter dan dokter gigi yang menjalankan praktik kedokteran, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan medis.

Adapun tugas KKI adalah:
• Melakukan registrasi dokter dan dokter gigi;
• Mengesahkan standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi; dan
• Melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran yang dilaksanakan bersama lembaga terkait sesuai dengan fungsi masing-masing.

Hal tersebut diungkapkan pada Pertemuan Penguatan Interoperabilitas Data STR dan SIP Melalui Layanan Digitalisasi Salinan Elektronik dengan QR Code Bagi Dokter/Dokter Gigi, di Hotel Santika Mega City Bekasi Jl. Jenderal Ahmad Yani No.1 Bekasi 17144 Jawa Barat, pada tgl 7 Agustus 2023.

Prof. Dr. Taruna Ikrar, menjelaskan
dalam melaksanakan tugas pelayanan publik terhadap registrasi Dokter dan Dokter Gigi, Konsil Kedokteran Indonesia selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik Sejak tahun 2017 registrasi Dokter dan Dokter Gigi sudah dilakukan secara online sehingga pemohon tidak perlu lagi datang ke kantor KKI untuk menyerahkan dokumen persyaratan tapi cukup mengunggah dokumen persyaratan melalui Aplikasi Registrasi Online.

“KKI juga telah menjalin kerjasama interoperabilitas dengan portal PB IDI dan PB PDGI untuk data Sertifikat Kompetensi agar dapat terbaca pada sistem di KKI, ” katanya.

Sesuai dengan arah kebijakan transformasi pelayanan publik sebagaimana telah tertuang dalam RPJMN 2020-2024 tidak terlepas dari pentingnya penggunaan teknologi. Dengan hadirnya teknologi, kita bersama dapat mengawasi kinerja pelayanan publik, menguatkan ekosistem inovasi, serta menguatkan pelayanan yang terpadu dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang cepat serta kemudahan akan informasi yang akurat. Konsil Kedokteran Indonesia terus mendorong terbangunnya portal pelayanan publik terintegrasi melalui Digitalisasi Salinan surat tanda registrasi dgn QR code. Kita akan melakukan koordinasi proses bisnis dan data pelayanannya, dan akhirnya akan terjadi pangkas tahapan-tahapan yang tidak dibutuhkan dan cenderung menyulitkan masyarakat.

Layanan digitalisasi salinan Surat Tanda Registrasi dg QR Code adalah wujud transformasi birokrasi pelayanan publik dari tradisional menuju model birokrasi yang modern. Pelayanan ke depan mulai diubah dari awalnya menggunakan kertas/dokumen, nantinya menjadi paperless (tidak perlu kertas). Mengedepankan model birokrasi yang tidak hanya e-government namun meningkat menjadi smart government

Transformasi Pelayanan publik Digital dilakukan sejalan dengan visi Presiden tentang digital melayani yang diwujudkan dalam bentuk konkret. Meskipun terdapat tantangan dalam mewujudkannya, namun dengan collaborative governance yang kita lakukan Bersama stakeholder yg ada di kantor pusat maupun stakeholder yg ada di seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia dapat kita wujudkan Bersama

Ditambahkan, sejak tahun 2019 KKI telah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam rangka interoperalitas data STR dan SIP (Surat Ijin Praktik)
Institusi yang saling terkait dalam pelaksanaan kewenangan untuk penerbitan STR dan SIP perlu berkolaborasi sehingga memudahkan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan Dokter dan Dokter Gigi sebagai bentuk tanggung jawab atas pelaksanaan kewenangannya masing-masing. Melalui integrasi data STR dan SIP, maka akan mempermudah pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan bagi institusi yang terkait, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan praktik kedokteran.

Mengingat beberapa kabupaten/kota sudah melaksanakan Interoperabilitas data STR dan SIP Dokter dan Dokter Gigi maka dipandang perlu untuk dilakukan Penguatan Penerapan Salinan Elektronik Dokter/Dokter Gigi.

“Semoga Pertemuan Penguatan Interoperabilitas Data STR dan SIP Dokter/Dokter Gigi melalui Layanan Digitalisasi Salinan Elektronik dengan QR Code ini berjalan dengan lancar dan dan memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.

“Saya ucapkan selamat mengikuti pertemuan, semoga apa yang kita dapatkan dari acara ini berguna untuk kemajuan Bangsa Indonesia,” katanya. (rls)