Percepatan Penurunan Stunting, Bupati Bantaeng Ilham Azikin Libatkan 800 Kader dan Bidan

Percepatan Penurunan Stunting, Bupati Bantaeng Ilham Azikin Libatkan 800 Kader dan Bidan

 

BANTAENG, Upeks.co.id — Bupati Bantaeng Ilham Azikin menghadiri Pertemuan Intensifikasi Pendampingan Ibu Hamil dan Ibu Pasca Persalinan dirangkaikan dengan silaturrahmi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan dengan Penyuluh KB/PLKB, Kader IMP, dan TPK Percepatan Penurunan Stunting se-Kabupaten Bantaeng, di Balai Kartini, Kecamatan Bantaeng, Jum’at, (4/8).

Bacaan Lainnya
 

Kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 800 peserta. Bupati Bantaeng Ilham Azikin didampingi Ketua TP PKK Bantaeng Sri Dewi Yanti membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Pertemuan intensifikasi dilaksanakan guna meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta keterampilan Tim Pendamping Keluarga terkait pendampingan bagi ibu hamil dan ibu pasca salin serta terpantaunya pelayanan KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-XXX Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Fasyankes KB.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Shodiqin dalam sambutannya mengatakan, dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di Indonesia, salah satu strategi BKKBN melakukan pendampingan berkelanjutan terhadap calon pengantin, ibu hamil, pasca persalinan dan bayi baru lahir hingga usia lima tahun.

Pendampingan masa kehamilan ini sangat penting dalam upaya menurunkan stunting karena merupakan golden periode tahap 1 dari 1000 HPK, perkembangan sel-sel otak janin 70 persen terjadi pada masa di dalam kandungan, sehingga perlu dijaga kesejahteraan janin selama masa kehamilan.

“Dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, angka prevalensi stunting Provinsi Sulsel mampu menurunkan 0.2 atau 27,4 ke 27,2 persen. Sedangkan Kabupaten Bantaeng turun 0.4 atau 22,5 ke 22,1 persen. Anak stunting tidak hanya mengganggu pertumbuhan fisik dan perkembangan otak saja, namun memiliki riwayat kesehatan buruk karena daya tahan tubuh yang buruk. Stunting juga bisa menurun ke generasi berikutnya bila tidak ditangani dengan serius,” kata dia.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati, Ketua TP PKK dan DPPKB Bantaeng yang telah membuktikan hingga ke penghargaan tertinggi di Bidang Bangga Kencana telah didapatkan.

Diantaranya Manggala Karya Kencana dari Kepala BKKBN kepada Bupati Bantaeng 2021 dan kepada Ketua TP PKK 2022, serta pada 2023 tanda kehormatan tertinggi dari Presiden RI kepada Bupati Bantaeng berupa Satyalancana Wira Karya (SWK) yang diserahkan oleh Wakil Presiden RI di Banyuasin Sumatera Selatan bulan lalu.

Sementara itu, Bupati Bantaeng Ilham Azikin dalam sambutannya menyampaikan penghargaan tertinggi di Bidang Bangga Kencana yang telah diterima dari Presiden RI adalah bentuk komitmen, kolaborasi dan kerja baik dari seluruh kader dan seluruh unsur di Kabupaten Bantaeng.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban yang telah kita raih, kita harus memberikan kebermanfaatan setiap saat kepada masyarakat terutama seluruh kader harus membuktikan kerja-kerja baik di tengah masyarakat. Kalau masyarakat bahagia, tidak ada stunting,” kata dia.

Bupati peraih penghargaan ketahanan nasional terbaik nasional itu menambahkan, keberadaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) merupakan aktor penting untuk menyelesaikan masalah stunting di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bantaeng.

“Maka dari itu melalui momentum ini, mari tumbuhkan semangat bersama dalam meningkatkan pemahaman tentang pelaksanaan pendampingan keluarga dan melayani keluarga beresiko stunting di Bantaeng,” kata dia.

Tercatat ada 152 tim di Kabupaten Bantaeng yang terdiri dari 152 Bidan, 152 Kader PKK dan 152 Kader KB dengan total 456 orang. Kegiatan itu dirangkaikan dengan penyerahan insentif dari APBD Kabupaten Bantaeng kepada seluruh Kader IMP oleh Bupati Bantaeng Ilham Azikin. (*)