Pelarian Buronan Terpidana Pengedar Obat Ilegal Berakhir

Pelarian Buronan Terpidana Pengedar Obat Ilegal Berakhir

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Terpidana kasus pengedar obat ilegal, Basse Dg Jinne telah berakhir setelah berhasil diamankan Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejati Sulsel bersama Kejari Takalar, Kamis (3/8/202) sekira pukul 07.15 WITA.

Buronan wanita berusia 39 tahun ini, di kediamannya di saat bersembunyi di tempat pembuangan tinja atau Septic tank, di kediamannya di Dusun Dengilau, Desa Sawakong, Kecamata Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejari Sulsel, Soetarmi mengatakan, Basse merupakan terpidana kasus peredaran obat ilegal. Dia melanggar pasal 196 subsider pasal 197 UU no 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan.

“Status Basse adalah terpidana setelah putusan PN Takalar dinyatakan berkekuatan hukum tetap pada 23 Mei lalu. Setelah itu Basse dipanggil secara patut namun tidak hadir, kemudian dinyatakan buron,” kata Soetarmi saat konfrensi pers di Kantor Kejati Sulsel, Kamis (3/8/2023).

Soetarmi menjelaskan, dalam amar putusan PN Takalar, Basse dijatuhi pidana selama enam bulan kurungan. Selain itu Basse juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp50 juta. Dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan.

“Sebelum mengamankan Buronan Basse Dg Jinne, Tim Tabur  mengdahului kegiatan surveillance selama enam hari enam malam. Hal tersebut untuk memastikan keberadaan buronan di tempat persembunyiannya, ” jelas Soetarmi.

Kasus ini berawal, setelah anggota satuan Resnarkoba Polres Takalar memperoleh informasi adanya penyalahgunaan obat-obatan di Dusun Boddia Desa Boddia.

kemudian saksi Sallatang dan Muh Radi Ridwan bersama dengan tim, melakukan penyelidikan lalu menemukan empat butir obat dengan logo “Y” yang masuk dalam daftar G. 

Setelah melakukan pengembangan diketahui obat dengan logo “Y” yang masuk dalam daftar G diperoleh dari terpidana. Sehingga saksi Sallatang dan Muh Radi menuju rumah Basse. 

Terpidana saat itu berada di bale-bale pos ronda dekat rumahnya dan langsung dilakukan penangkapan, namun terdakwa yang terkejut langsung membuang 1 buah kantong plastik hitam yang dipegangnya. Setelah dibuka berisi delapan butir obat Y, lima butir obat tramadol dan uang sebesar Rp255 ribu. (Jay)