LPG 3 Kg Langka, Ketua DPRD: Yang Kaya Jangan Ikut Konsumsi

LPG 3 Kg Langka, Ketua DPRD: Yang Kaya Jangan Ikut Konsumsi

Makassar, Upeks–Kelangkaan LPG jenis 3 Kg di sejumlah daerah termasuk di Makassar mendapat sorotan dari Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo. Ia menyebut, LPG 3 Kg yang disubsidi oleh negara dialokasikan khusus bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Masyarakat mampu, sebaiknya tidak ikut menggunakan LPG 3 Kg. Itu kan barang subsidi yang ditujukan untuk kelas menengah. Jelas di tabung itu ada tulisan hanya untuk masyarakat miskin,” terangnya.

Bacaan Lainnya
 

Subsidi LPG Tabung 3 Kg yang mengambil porsi terbesar dibandingkan dengan subsidi BBM dan listrik, perlu mendapat perhatian semua pihak. Karena menjadi salah satu energi yang paling banyak dibutuhkan oleh rumah tangga, Rudianto meminta agar dilakukan pengawasan ketat.

“Pihak-pihak terkait sebaiknya mengawasi pendistribusian serta merumuskan sejumlah kebijakan agar pasokan benar-benar tepat sasaran, juga pelibatan aparat penegak hukum jika terbukti ada oknum yang menyalahgunakan barang subsidi,” imbuhnya.

Program Pemerintah Subsidi Tepat LPG 3 Kg

Sebagaimana diketahui bahwa sejak Triwulan Pertama 2023 lalu Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah melakukan sosialisasi Program Pendataan dan Pencocokan Data Program Subsidi Tepat LPG 3 Kg kepada Pemda di Seluruh Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat serta para Agen yang tergabung dalam Hiswana Migas seluruh Sulawesi.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Fahrougi Andriani Sumampouw menyampaikan tahapan uji coba subsidi tepat LPG 3 kg, “Hingga pertengahan Juli ini progressnya telah mencapai 79% pangkalan yang telah teregistrasi atau sebanyak 8.756 dari 11.106 pangkalan LPG 3 Kg di Propinsi Sulawesi Selatan dan 87% pangkalan yang telah teregistrasi atau 1.377 dari 1.588 Pangkalan LPG 3 Kg di Propinsi Sulawesi Barat Program ini bertujuan agar penyaluran LPG subsidi 3 Kg tepat sasaran dengan segmen yang diatur pemerintah dan juga untuk melindungi konsumen yang berhak menerima dari konsumen yang tidak berhak” Ujarnya.

Fahrougi menambahkan, tahapan uji coba ini telah dijalankan di Sulawesi Selatan (kecuali kabupaten Selayar) dan Sulawesi Barat sejak Mei 2023. Dalam pelaksanaan teknisnya terdapat beberapa tahapan yaitu yang pertama tahapan validasi data pangkalan yaitu agen LPG 3 Kg melakukan validasi data pangkalan melalui website Monitoring Agen. Kedua Tahap On Boarding yaitu proses on boarding pangkalan pada website Merchant Apps MyPertamina. Ketiga Tahap Implementasi yaitu pangkalan melakukan pencatatan transaksi pembelian melalui website Merchant Apps MyPertamina.

Sebelumnya pencocokan data konsumen rumah tangga dan usaha mikro dilakukan pada sub penyalur atau pangkalan resmi LPG 3 kg tanpa perlu penggunaan atau memiliki smartphone atau gadget milik konsumen. pencocokan data disinergikan dengan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

“Jika NIK (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) sudah terdata di P3KE dan datanya cocok, konsumen bisa langsung bertransaksi pembelian LPG 3 Kg di sub penyalur atau pangkalan resmi. Namun jika belum terdata, konsumen dapat mendaftarkan NIK KTP dan KK di sub penyalur atau pangkalan resmi dengan pendaftaran hanya dilakukan sekali,” imbuhnya.

Pertamina Patra Niaga melanjutkan program uji coba pendataan dan pencocokan data subsidi tepat LPG 3 Kg ini dilandasi oleh Keputusan Menteri ESDM No. 37. 37.K/MG.05/MEM.M/2023 tanggal 27 Februari 2023 tentang Petunjuk Teknis Pendistribusian Isi Ulang LPG Tertentu Tepat Sasaran dan Keputusan Dirjen Migas Nomor 99.K/MG.05/DJM/2023 tanggal 28 Februari 2023 tentang Penahapan Wilayah dan Waktu Pelaksanaan Pendistribusian Isi Ulang LPG Tertentu Tepat Sasaran, Pertamina Patra Niaga melanjutkan program uji coba pendataaan pengguna LPG 3 kg.

“Kami menghimbau masyarakat agar bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebih serta tidak meniagakan kembali LPG 3 kg ini. Serta menggunakan LPG Nonsubsidi seperti Brightgas 5,5 Kg dan 12 Kg bagi masyarakat mampu”, tutup Fahrougi. (*)