Dosen PTIQ Jakarta Latih Siswa Tahfidz SMAN 1 Bone

Dosen PTIQ Jakarta Latih Siswa Tahfidz SMAN 1 Bone

 

Watampone, Upeks.co.id — Salah satu dosen Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, Prof (Hc) Dr H Rahman Muhammad Agus Tasbih, S. Ag. MM berkesempatan menyambangi SMAN 1 Bone. Kedatangan Dr. H. Rahman dalam rangka memberi pelatihan Metode Tasbih, metode cara cepat baca Al-Qur’an kepada siswa tahfidz UPT SMAN 1 Bone, Senin (14/8) di Musallah SMAN 1 Bone.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam kegiatan ini kepala SMAN 1 Bone, Drs. Muhdar, M. Pd. bersama beberapa pembina dan dewan guru. Dalam kegiatan tersebut Dr. Rahman memperkenalkan metode tasbih yang ia yakini bila digunakan akan membantu yang tidak bisa membaca Al-Qur’an bisa segera membaca Al-Qur’an dalam waktu singkat. “Metode ini adalah salah satu metode penyanding dari beberapa metode yang ada. Jadi bukan untuk menganti metode yang sudah ada. Insya Allah kalau ini dikombinasikan dengan metode lain saya yakin akan jauh lebih efektif, ” ujar peraih gelar profesor dari dua negara berbeda ini.

Metode ini lanjut Dr Rahman sudah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Agama pusat, bahkan sudah mendapatkan legalitas untuk diajarkan dan disebarkan ditengah-tengah masyarakat muslim. “Saya berharap agar ini menjadi solusi terhadap meraka yang belum bisa membaca Al-Qur’an,” ungkap penemu metode tasbih ini.

Dihadapan peserta pelatihan, Dr Rahman memperagakan bagaimana metode tasbih diajarkan. Terlihat peserta antusias menerima materi metode tasbih. Bahkan ditengah-tengah mereka menerima materi Dr Rahman menyelahnya dengan ice breaking yang membuat peserta makin antusias. “Metode tasbih cukup efektif dan menarik untuk digunakan dalam pembelajaran Al-Qur’an, ungkap Aini, salah satu peserta pelatihan.

Sementara itu, dalam sambutannya kepala SMAN 1 Bone berharap kepada peserta agar bisa menjadi tutor sebaya bagi siswa yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Selain itu kegiatan ini juga sejalan dengan program Gubernur Sulsel dalam agenda pemberantasan buta aksara Al-Qur’an. “Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan, bukan hanya pada pelatihan ini, ” harapnya. (*)