Bantu Biaya Pemakaman Warga, Kapolrestabes Beri Penghargaan Bhabinkamtibmas Polsek Mamajang

Bantu Biaya Pemakaman Warga, Kapolrestabes Beri Penghargaan Bhabinkamtibmas Polsek Mamajang

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar, Kombes Pol Mukhamad Ngajib, memberikan penghargaan kepada anggotanya yang berprestasi, di lapangan Apel Mapolrestabes Makassar, Senin (31/7/2023).

Salah satunya adalah anggota Bhabinkamtibmas Polsek Mamajang, Aiptu Paleweri. Anggota dibawah pimpinan langsung Kapolsek Mamajang Kompol Sulkarnain tersebut, diberikan penghargaan karena beberapa hari lalu menjadi viral di media.

Bacaan Lainnya

Bhabinkamtibmas Polsek Mamajang Polrestabes Makassar Aiptu Paleweri ini, telah membantu proses pemakaman warga di Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Selasa (25/7/2023) kemarin.

Anggota Korps Bhayangkara itu, viral saat membantu warga binaannya yang kesulitan mencari biaya pemakaman anaknya. Tindakannya pun menjadi viral dikalangan media.

Atas prilakunya itu, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mukhamad Ngajib mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas keikhlasan serta ketulusannya bantuan Aiptu Paleweri kepada masyarakat.

“Saya berharap tindakan tersebut, menjadi contoh bagi anggota polisi di seluruh jajaran Polrestabes Makassar, ” harap mantan Kapolres Palembang ini, Senin (31/7/2023).

Selain penghargaan, pimpinan tertinggi di Polrestabes Makassar itu, juga memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan kinerja Aiptu Paleweri selama berdinas di Mapolsek Mamajang.

“Selain memberikan penghargaan dan apresiasi, kami berharap semoga apa yang dilakukan anggota tersebut bernilai ibadah. Semoga selalu dipertahankan tugas-tugas yang bernilai ibadah tersebut, ” harap Ngajib.

Sementara itu, Aiptu Paleweri menceritakan apa yang diperbuatnya itu hanya sekedar membantu biaya tempat pemakaman seorang warga bernama Muhammad Safitra Ramadhan, putra dari pasangan suami istri Jumali dan Mardiana.

“Melihat dari background keluarga Bapak Jumali yang tak berkecukupan, dan serba kekurangan. Olehnya itu, saya berinisiatif membantunya yang tengah berduka dan beliau kesulitan mendapatkan tempat untuk memakamkan putranya karena tidak mempunyai biaya,” ujar Aiptu Paleweri.

Adapun Jumali dalam kesehariannya, bekerja sebagai pengumpul botol bekas minuman (pemulung) yang tinggal di gubuk sederhana, berukuran kurang lebih 2×2,5 meter dan harus menafkahi istri dan kedua anaknya. (Jay)