Termasuk Makassar, Huawei Indonesia Berbagi Hewan Kurban di 15 Kota

Termasuk Makassar, Huawei Indonesia Berbagi Hewan Kurban di 15 Kota

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Melanjutkan tradisi berbagi kebaikan dan kepedulian kepada masyarakat Indonesia yang berlandaskan salah satu pilar komitmennya ‘Huawei I DO Care’, Huawei Indonesia menggelar kegiatan berbagi hewan kurban untuk masyarakat yang tersebar di 15 kota di Indonesia.

Di antaranya, Kota Makassar, Jakarta, Bandung, Magelang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Denpasar, Mataram, Medan, Pekanbaru, Palembang, Pontianak, Sorong, dan Fak-Fak.

Bacaan Lainnya

Aksi kepedulian berbagi hewan kurban yang digelar secara bersamaan melalui 15 masjid yang berada di 15 kota di Indonesia tersebut, juga dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan Hari Raya Idul Adha 1444 H yang diselenggarakan Huawei Indonesia dengan melibatkan komunitas muslim, kalangan dunia pendidikan, dan ekosistem masyarakat ekonomi syariah beserta dengan para pakarnya.

Selain merupakan representasi dari semangat berkontribusi yang terus berkelanjutan dalam turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Indonesia, aksi kepedulian dengan mengambil momen istimewa peringatan Idul Adha ini juga menjadi momentum bagi Huawei Indonesia dalam menunjukkan dukungannya terhadap penguatan ekonomi syariah di Indonesia sebagaimana termaktub dalam tema kegiatan yang diusungnya.

Dalam sambutannya, Menteri Agama H. Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pesan positif terhadap program kepedulian ‘Huawei I DO Care’ yang secara konsisten terus dilakukan oleh Huawei di Indonesia.

“Kementerian Agama menilai kontribusi Huawei sebagai bentuk nyata dari pelaksanaan prinsip Ukhuwah Islamiyah dalam mewujudkan kebaikan bagi sesama. Mari kita jadikan perayaan Idul Adha sebagai momentum menebar kebaikan melalui kolaborasi yang nyata bagi bangsa dan negara,” kata Yaqut, dalam keterangan tertulisnya kepada Upeks.co.id, Sabtu (24/6/2023).

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan, dengan populasi muslim terbesar di dunia dan penetrasi internet yang semakin meningkat, Indonesia memiliki potensi besar untuk ekonomi digital syariah.

“Melalui kolaborasi sinergis antara pemerintah, dunia usaha, komunitas masyarakat ekonomi syariah, serta penyedia TIK seperti Huawei, kita dapat mengoptimalkan berbagai potensi tersebut serta mendorong pemanfaatan ekonomi digital syariah yang lebih maju dan adaptif. Kami mengapresiasi komitmen Huawei I DO Care sebagai bentuk konsistensi dari Huawei dalam berkontribusi mendukung transformasi digital di Indonesia,” ujarnya.

Sehubungan dengan komitmen I DO Care yang mendasari penyelenggaraan berbagi kebaikan dan kepedulian Huawei di Indonesia, Director of ICT Strategy and Business, Huawei Indonesia, Mohamad Rosidi mengungkapkan bahwa sinergi dan kerja sama yang dilakukan dengan dukungan pemerintah antara lain, untuk memberdayakan komunitas muslim yang berasal dari berbagai tingkatan, dari pelajar atau santri, generasi muda calon pemimpin masa depan, hingga technopreneur guna mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang lebih baik.

“Semangat berkolaborasi menjadi motor Huawei dalam berkontribusi di Indonesia. Di bidang TIK, Huawei telah berkomitmen mendukung keseriusan pemerintah dalam mencetak talenta-talenta cakap digital yang kelak menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi, termasuk ekonomi syariah, yang sangat dipengaruhi oleh aktivitas digitalisasi dan transformasi digital,” terangnya.

“Huawei telah memberikan pelatihan, pembekalan dan sertifikasi kepada lebih dari 80.000 talenta digital yang tersebar dari seluruh wilayah Indonesia. Hingga 2025, kami menargetkan mampu melahirkan 100 ribu talenta digital di Indonesia yang berkompetensi,” lanjutnya.

Berdasarkan data State of the Global Islamic Economy Report 2022, Indonesia tercatat sebagai negara ekonomi berbasis syariah terbesar keempat di dunia. Indonesia membutuhkan lebih banyak SDM di bidang TIK yang berkualitas guna memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku utama ekonomi berbasis syariah di dunia.

Sementara KH Amirsyah Tambunan, selaku Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, pelibatan penyedia solusi TIK terkemuka seperti Huawei, sebagai mitra, sangat diperlukan dalam membentuk ekosistem ekonomi syariah. “Sebagai contoh, solusi digital yang memudahkan proses sertifikasi halal akan sangat membantu pelaku UMKM. Manfaat solusi teknologi seperti inilah yang dapat mendukung terciptanya ekosistem bisnis berbasis syariah yang berkelanjutan,” katanya.

Choirul Sholeh Rasyid, Ketua Tanfidziah PBNU menambahkan, Indonesia membutuhkan aksi dan kolaborasi nyata seperti yang telah dilakukan oleh Huawei. Memberikan pelatihan dan pendampingan digital bagi pelaku UMKM, sehingga bisa mengejar ketertinggalan. “Ini merupakan fondasi pengembangan ekonomi dan bisnis berbasis syariah di era digital yang dinamis ini,” ujarnya.

Mukhaer Pakkanna, Wakil Ketua Satu Majelis Ekonomi Bisnis Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengatakan, wirausaha muslim perlu menyadari pentingnya penerapan TIK untuk mendukung pertumbuhan bisnis mereka. Implementasi TIK dapat meningkatkan kualitas serta menjadi bekal ketika mereka mulai mengalihkan orientasinya ke pasar ekspor. Sehingga Indonesia akan memiliki produk juara yang dapat bersaing di ranah global.

Selain menyalurkan hewan kurban, Huawei juga menggelar ajang apresiasi bagi masyarakat yang telah menyebar kebaikan bagi sesama. Huawei memberikan “Anugerah Masyarakat Cerdas dan Insipratif 2023” kepada beberapa sosok inspiratif di bidang masing-masing. (rls)