Tempat Produksi dan Penjual Knalpot Brong Digrebek Polisi

Tempat Produksi dan Penjual Knalpot Brong Digrebek Polisi

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar, melakukan penggrebekan tempat produksi dan penjualan knalpot brong atau racing di salah satu bengkel di Jl Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Kamis (25/5/2023).

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mukhamad Ngajib mengatakan, penggerebekan itu dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada salah satu bengkel dan juga toko yang memproduksi serta menjual knalpot brong atau racing.

Bacaan Lainnya
 

“Dan ternyata betul, setelah kita tidak lanjuti ternyata didapatkan banyak sekali kenalpot brong. Pada saat itu pula, ada salah satu motor masyarakat sedang memasang Kenalpot Brong, ” kata Ngajib.

Ngajib menegaskan, tindakan yang dilakukan atas penemuan knalpot brong tersebut, adalah semua diamankan. “Jadi kita amankan semua knalpot yang mana sudah tidak sesuai dengan standarnya, “tegasnya.

“Nanti kita kembangkan, kita akan cari satu pelanggaran atau kejahatan yang dilakukan pelaku. Ini masih di dalami, ini masih dalam proses pemeriksaan, ” sambungnya.

Pemiliknya pun kata Ngajib, ada tiga orang. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Belum juga dilakukan penahanan. Akan tetapi, ini menjual, membuat, dan memasang tentu ada sanksinya.

“Nanti kita liat dari pelanggaran dan pelanggaran pasalnya, ” bebernya.

Ngajib menyebut, selain knalpot ada beberapa alat yang digunakan turut diamankan. Kemudian ada tabung juga (tabung las). 

“Produksi knalpot brong itu sudah dilakukan 4 sampai 5 tahun,” terang Perwira Polri Tiga Bunga ini.

Adanya penemuan tempat produksi knalpot brong atau racing ini, pihaknya pun mengeluarkan peringatan untuk bengkel-bengkel yang ada di kota Makassar, agar tidak melayani penjualan dan pemasangan knalpot tersebut.

“Kalau ada kita lihat orang yang menjual knalpot brong dan langsung di situ memasangkan, maka kita akan lakukan tindakan,” tegas Ngajib.

Untuk itu, pimpinan Polri wilayah Polrestabes Makassar ini mengimbau, kepada masyarakat untuk menggunakan knalpot standar, jangan menggunakan knalpot racing.

“Karena itu akan meresahkan dan menganggu masyarakat lain. Nantinya akan mengakibatkan tindak pidana lain,” imbuhnya. (Jay)