Syamsari Kitta Diperiksa Kejati Sulsel Terkait Kasus Tambang Pasir Laut Takalar

Syamsari Kitta Diperiksa Kejati Sulsel Terkait Kasus Tambang Pasir Laut Takalar

Makassar,Upeks.co.id– Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Pidsus Kejati) Sulsel, melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Takalar, Syamsari Kitta, Kamis (11/05/2023) siang.

Syamsari yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Sulsel itu, diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penetapan harga jual tambang pasir laut di Galesong Utara, Kabupaten Takalar tahun 2020.

Bacaan Lainnya
 

Informasi yang diperoleh di Kejati Sulsel, Syamsari diperiksa tertutup selama lima jam di Bagian Pidsus, mulai dari pukul 09.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita.

Soetarmi selaku Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, membenarkan Syamsari Kitta diperiksa.

“Pernah Diperiksa sebagai saksi. Tapi kalau pemeriksaan hari ini, saya belum dapat info dari penyidik,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar, Djusman AR mengapresiasi langkah Kejati Sulsel memeriksa Syamsari Kitta. Kata dia, tanpa mengabaikan azas praduga tak bersalah, maka penyidik sudah selayaknya mmeriksa Syamsari Kitta terkait perannya dalam pengurangan nilai harga jual tambang pasir laut.

Karena bagaimana pun, lanjut Djusman, keputusan untuk menurunkan harga pasir laut tersebut, pasti atas sepengetahuan bupati. Dan juga harus di dalami, apakah ada para oknum oknum itu, menerima manfaat dari pengurangan harga tambang pasir laut.

“Sepanjang penegakan hukum dilakukan profesional dan proposional, maka siapa pun yang terlibat harus diseret ke hadapan hukum, jangan ada keraguan menetapkan tersangka,” tandasnya.

Sekadar diketahui, kasus yang telah menyeret tiga orang tersangka itu, kini menjadi perhatian Kejati Sulsel. Terbaru, PT Banteng Laut mengembalikan kerugian negara Rp480 juta. Total kerugian yang sudah dikembalikan oleh PT Alefu Karya Makmur dan PT Banteng sebesar Rp7,1 miliar setara dengan total kerugian negara yang dilakukan auditor Inspektorat Sulsel.(rif)