Didampingi Petugas, 388 Jemaah Makassar Hanya 18 Jam di Asrama Haji

Didampingi Petugas, 388 Jemaah Makassar Hanya 18 Jam di Asrama Haji

Makassar, Upeks – Sebanyak 388 Jemaah haji Kota Makassar yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) Pertama Embarkasi Makassar dijadwal masuk karantina di Asrama Haji Sudiang, pukul 08.00 Wita, Selasa (22/5/2023).

Kepala Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulsel H. Khaeroni selaku Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, menginformasikan bahwa kloter pertama yang diisi full oleh Jemaah haji dari Kota Makassar.

Bacaan Lainnya

Didampingi lima petugas, tiga paramedis, dan masing-masing satu ketua kloter dan tenaga pembimbing, selanjut total 393 jemaah menuju ke Kota Madinah Al Munawwarah, Selasa (24/5/2023), sekira pukul 02.45 dini hari. Atau sekitar 18 jam setelah berada di asrama haji. Mereka diterbangkan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menuju Bandara Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Kota Madinah.

 Kepala Seksi Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar H Ambo Sakka, menyebutkan masuk asrama dan pemberangkatan sudah disosialisasikan ke jemaah.

“Jadwal yang kami terima dari penerbangan sudah kami sosialisasikan ke jemaah khususnya di kloter satu. Semoga semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

Selanjutnya jemaah asal Kota Makassar akan disebar ke beberapa kloter bergabung jemaah dari kabupaten lain dari daerah Embarkasi Makassar. Selain di kloter pertama dan dua, jemaah Makassar tersebar di kloter 6,7, 14,18, 20, 23,31,32, 39, dan 40.

Rencananya, pelepasan kloter pertama akan dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI,  H. Ashabul Kahfi, didampingi H. Samsu Niang, Hj. Idah Syahidah Rusli Habibie, dan Hj. Sri Wulan.

Sebagai kesiapan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar menerima Tamu Allah, Senin, 22 Mei 2023, digelar Apel Siaga di halaman Wisma Jabal Uhud Asrama Haji Sudiang Makassar, diikuti oleh Seluruh Stakeholder yang terlibat dalam Penyelenggaraan Haji diantaranya Kanwil Kemenag Prov. Sulsel, Dinas kesehatan Pemprov. Sulsel dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar, Imigrasi, Bea Cukai, Obvit Polda Sulsel, UPT Asrama Haji Sudiang, Otorita Bandara, Catering Haji, Dinas Perhubungan, Angkasa Pura dan Pembantu PPIH Embarkasi Makassar dan lainnya.

Gubernur Sulsel yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat  Sulawesi Selatan H Andi Aslam Patonangi bertindak selaku Inspektur Apel Siaga yang membacakan amanat tertulis Gubernur menyampaikan bahwa persiapan dan kolaborasi yang matang dari panitia akan sangat menentukan keberhasilan penyelenggaraan ibadah Haji tahun ini utamanya di Embarkasi Makassar. 

 

“Seluruh komponen yang terkait dengan operasionalisasi haji saya harapkan berpartisipasi aktif, terutama dalam memperlancar dan membantu penyelesaian setiap urusan dan masalah yang dihadapi oleh jemaah calon haji Indonesia, lebih khusus Jemaah haji lansia,” ucapnya.

 

Diakhir amanat Gubernur yang dibacakannya, Aslam Patonangi menghimbau kepada seluruh panitia untuk melakukan penyempurnaan tata kelola dan peningkatan layanan sehingga Embarkasi Makassar kembali bisa meraih predikat sebagai Embarkasi terbaik di Indonesia.

 

Embarkasi Makassar akan melayani Jemaah haji dari 8 Provinsi di Indonesia Timur yakni Sulsel, Sulbar, Sultra, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat dengan  total jemaah haji 15.884 orang yang terdiri dari 41 kloter , 7. 272 orang diantaranya merupakan Jemaah Haji asal Provinsi Sulawesi Selatan.

Berdasarkan rilis jadwal pemberangkatan dan pemulangan Jemaah haji musim 1444 H/2023 M yang ditandatangani Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, H Khaeroni, jemaah 15.395 akan dibagi dalam 41 kelompok terbang (kloter).

Jemaah Haji Embarkasi Makassar terdiri 41 kloter berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan 7.272 jemaah, Sulawesi Tenggara (2.019), Sulawesi Barat (1.453), Gorontalo (978), Maluku (1.086), Maluku Utara (1.076), Papua (1.076), dan Papua Barat (723). (*)