Sosialisasi Pemilu ke Generasi Z, KPU Makassar Kunjungi 18 Sekolah

Sosialisasi Pemilu ke Generasi Z, KPU Makassar Kunjungi 18 Sekolah
MAKASSAR, UPEKS.co.id— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar saat ini fokus melakukan Sosialisasi Pemilu Serentak 2024 kepada Gen Z atau pemilih pemula melalui Program KPU Makassar Goes to School. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak tanggal 13 Maret dan masih berlangsung pada 20 Maret 2023.

Anggota KPU Kota Makassar Endang Sari mengatakan, pada Senin 20 Maret 2023, KPU Kota Makassar berhasil mengunjungi 3 sekolah untuk sosialisasi kepemiluan pada generasi Z.  “Pekan ini tadi ada 3 sekolah. Sekolah yang disasar antara lain SMK SMAK di  Panakkukang, SMA 22 Makassar Biringkanaya dan SMK Asmi Publik Makassar,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Selama menyelenggarakan program KPU Goes to School, KPU Makassar sudah mengunjungi 18 sekolah antara lain MAN 3 Makassar, Kec. Biringkanaya; SMK Muhammadiyah 3 Kec.Wajo;  SMA Baranglompo, Kec. Sangkarrang;  SMAN 16 Makassar, Kec. Ujung Pandang; SMAN 17 Makassar, Kec. Tallo; SMA  Ittihad Makassar, Kec. Makassar.

SMA Wahyu, Kec. Panakukang; SMA 3 Makassar, Kec. Mamajang; SMA Nasional, Kec. Mariso; MAN 1 Makassar, Kec. Rappocini; SMA Negeri 21 Makassar, Kec. Tamalanrea; SMK Negeri 4 Makassar, Kec. Bontoala;  SMA 8 Makassar, Kec. Tamalate;  SMK 8 Makassar; SMA Metro School, Kec. Makassar; SMA Negeri 4 Makassar, Kec. Ujung Tanah.

Endang Sari tak menyebutkan berapa target sekolah yang akan dikunjungi selama program KPU goes to School berlangsung. Namun dia berharap seluruh sekolah yang ada di Makassar mendapatkan kesempatan mendapatkan sosialisasi kepemiluan. “kami berharap bisa menyasar semuanya,” ujarnya.

Endang Sari mengatakan, pemilih pemula atau Gen Z ini menjadi salah satu sasaran utama dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih oleh KPU Makassar mengingat jumlahnya yang sangat signifikan sesuai data Sensus  BPS 2020 yaitu 27,94% dan sangat berpotensi dominan dari segi jumlah di Daftar Pemilih nantinya.

“Penguatan kualitas partisipasi pemilih sangat penting menyasar Gen Z atau pemilih pemula.  Mereka tidak sekadar ditargetkan menjadi obyek melainkan subyek politik,” ujarnya.

Kehadiran pemilih pemula dianggap sangat penting untuk diperhatikan tidak sekadar menjelang atau saat pesta demokrasi. Idealisme Gen Z/pemilih pemula dibutuhkan guna membangun iklim demokrasi yang progresif, bertanggung jawab, dan berkualitas.

“Apatisme politik pemilih pemula harus dikikis dengan pendekatan intensif dan pembuktian di lapangan. Gen Z atau pemilih pemula adalah kunci regenerasi politik dan penentu kualitas demokrasi Indonesia ke depan,” tandasnya. (jir)