Baznas Makassar Salurkan Zakat Terikat Tahap II di Soppeng

  • Whatsapp
Baznas Makassar Salurkan Zakat Terikat Tahap II di Soppeng

Makassar, Upeks–Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menyalurkan zakat terikat keluarga H Latinro Latunrung di Soppeng, Senin (23/1/2023).

Penyaluran zakat terikat kepada 11 mustahik yang berdomisili di empat desa dan kelurahan (Lemba, Lalabata Rilau, Ompo, Saloraja) Kecamatan Lalabata merupakan tahap kedua yang sebelumnya tahap pertama di Oktober 2022.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as yang memimpin langsung penyaluran tersebut kepada wartawan mengatakan, jumlah keseluruhan zakat terikat Keluarga anggota DPR RI sebesar Rp 1 milyar yang dikhususkan ditiga daerah, Masalle (Makassar), Lalabata (Soppeng), dan Kabupaten Enrekang. Khusus bantuan bulanan di Lalabata Kabupaten Soppeng dilakukan pertiga bulan, tanpa mengurangi jumlah setiap bulan.

“Penyaluran tahap pertama, kami (BAZNAS Kota Makassar) telah menyalurkan pada Kamis, 6 Oktober, hingga Selasa, 11 Oktober 2022 lalu. Saat itu, kami menyalurkan zakat tersebut kepada 482 kaum dhuafa. Hari ini kami menyakurkan kepada masyarakat pra sejahtera yang telah terdata sebelumnya,” ujarnya, didampingi staf pelaksana masing masing Astin Setiawan, Mudassir, Ahmad Kamsir, serta Syarifuddin Pattisahusiwa, siang hari ini, saat melakukan penyerahan di Kelurahan Lemba, Ompo, dan Salokaraja.
Menjawab pertanyaan mengapa BAZNAS Makassar menyalurkan zakat terikat ke Soppeng, H.Jurlan Em Saho’as menjelaskan, sebenarnya zakat yang mereka salurkan merupakan amanah dari Muzakki—pemberi zakat, yakni dari Ir.H.La Tinro La Tunrung bersama keluarganya.

“Zakat seperti ini dinamakan zakat terikat. Tentunya, Pak Latinro bersama keluarganya yang menentukan tempat. Salah satu tempat penyaluran adalah Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng ini. Sedangkan dua tempat lainnya masing masing di Kabupaten Anrekang, dan Kelurahan Masale, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar. Jumlah keseluruhan zakat profesi di tiga daerah ini Rp4 miliar,” tutur H.Jurlan Em Saho’as.

Menurutnya, penyaluran zakat di Soppeng juga disaksikan langsung salah seorang keluarga Ir.H.Latinro Latunrung, yakni, Andi Mapparemma.M,SE,MM. Wakil Ketua DPRD Kabupatan Soppeng ini pun bangga dengan BAZNAS Kota Makassar yang tak lelah ke kaum dhuafa yang berhak menerima, sekalipun lokasinya di dusun terpencil.

“Sekadar diketahui, seluruh penerima zakat wajib tertera dalam delapan asnaf, atau delapan golongan, seperti tersirat dalam Al-Qur’an, surat At-Taubah ayat 60,” urai Jurnalis yang juga sutradara Film Air Mata Jendi ini.

Ke-delapan asnaf itu demikian wartawan utama dewan pers ini, mulai dari fakir, atau mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup. Miskin–Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup. Amil-mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
Termasuk para Mu’allaf-mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah. Hamba sahaya- Budak yang ingin memerdekakan dirinya. Gharimin- mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya. Fisabilillah- Mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya, dan Ibnu Sabil–mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

Menutup perbincangannya dengan media, H.Jurlan mengingatkan, keteladanan BAZNAS dalam pengelolaan dana ummat, akan terus ditingkatkan. Bahkan, pengelolaan zakat tetap bertalian erat, sekaligus mengedepankan tiga aman. Yakni, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.

“Aman Syar’i, demikian Imam, adalah pengelolaan zakat harus selaras dengan koridor hukum syar’i. Yaitu tidak boleh bertentangan dengan sumber hukum Islam, Al-Quran dan Sunnah. Aman Regulasi, dimaksudkan, pengelolaan zakat harus memperhatikan rambu-rambu peraturan hukum dan perudangan.

Sementara Aman NKRI, adalah, pengelolaan zakat di BAZNAS setidaknya, lebih mempererat persaudaraan, menjauhkan diri dari berbagai aktivitas, dan menjauhkan diri dari terorisme, demi menjunjung tinggi dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu belum lama ini, Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng, KM.Satturi, S.Pd.I,M.Pd mengemukakan, sebenarnya BAZNAS Makasar atau BAZNAS Soppeng sama saja. Yang jelas, BAZNAS bekerja untuk mengangkat ekonomi ummat, dan utamanya bersandar pada delapan asnaf tersebut. (rls)