Usung “Kolaborasi dalam Mewujudkan Industri Hijau di Indonesia” Kedaireka Hadirkan RekaTalks Edisi Kedua di Bali

Usung “Kolaborasi dalam Mewujudkan Industri Hijau di Indonesia” Kedaireka Hadirkan RekaTalks Edisi Kedua di Bali
Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Agus Yuswanta (kiri); CEO Sub Regional Bali Nusra PT PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Ali Sadikin (kedua kiri) dan Kelian Desa Adat Penglipuran I Wayan Budiarta (kedua kanan) saat menjadi narasumber kegiatan RakaTalks Kedaireka pada Rabu (7/12/2022) di Bali.

Bali, Upeks–Tuntutan dunia yang berkelanjutan dan rendah emisi telah melahirkan sejumlah inovasi. Dunia industri pun harus bisa memenuhi tuntutan industri hijau yang berkelanjutan. Indonesia sendiri dalam Nationally Determined Contribution (NDC) pada Konferensi iklim PBB ke-27 (COP27) menyatakan akan meningkatkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89% dengan upaya sendiri (unconditional), dan 43,20% jika mendapat dukungan dari internasional (conditional).

Mendukung komitmen tersebut, pemerintah Indonesia mendorong beragam sektor industri mulai mengadaptasi konsep ramah lingkungan di setiap aktivitas dan kebijakannya. Dimulai dari peralihan energi fosil ke energi yang lebih ramah lingkungan, pemerintah Indonesia merancang rencana transisi energi melalui Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sejak tahun 2017. Dalam rencana tersebut pemerintah menargetkan bauran energi nasional mencapai 23 persen pada 2025 dan diharapkan meningkat menjadi 31 persen pada 2050.

Bacaan Lainnya

Menjawab berbagai tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melaui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) menghadirkan platform Kedaireka sebagai wadah pertama yang memfasilitasi kolaborasi inovatif antara perguruan tinggi dengan dunia industri di Indonesia.

Melalui Kedaireka, Ditjen Diktiristek kembali menghadirkan program RekaTalks edisi kedua sebagai bagian dari Ekosistem Kedaireka yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Desember 2022 di Swiss-Belhotel Tuban, Kuta, Bali.

Mengusung tema ‘Kolaborasi dalam Mewujudkan Industri Hijau di Indonesia’, RekaTalks edisi kedua ini fokus membahas tuntutan dunia yang berkelanjutan dan rendah emisi. Pemateri yang hadir pada RekaTalks kali ini adalah I Wayan Budiarta, Kelian Desa Adat Penglipuran; Agus Yuswanta, Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero); dan Ali Sadikin, CEO Sub Regional Bali Nusra PT PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

RekaTalks merupakan program talkshow yang menggali kisah-kisah inspiratif dari Insan Perguruan Tinggi (PT) atau Mitra Industri penerima dana bantuan Matching Fund Kedaireka tahun 2021-2022. Serta menghadirkan juga narasumber dari pejabat publik atau pembuat kebijakan.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemdikbudristek RI, Prof. Nizam menyampaikan bahwa diskusi melalui program RekaTalks ini bertujuan untuk saling berbagi pandangan mengenai inovasi-inovasi yang telah diciptakan serta dampaknya bagi publik secara luas.

“Hal ini diharapkan dapat membangun kepercayaan dan menciptakan hubungan berkelanjutan yang didasarkan dari penyelesaian masalah-masalah yang ada di masyarakat. Acara ini juga kami harapkan mampu menginspirasi serta mengobarkan semangat Insan Perguruan Tinggi dalam menciptakan inovasi dan kolaborasi,” ujar Nizam.

Inovator Terpilih Program RekaPitch Kedaireka

Pada kesempatan yang sama, Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek RI melalui Kedaireka juga mengumumkan inovator terpilih program RekaPitch yang telah diselenggarakan satu hari sebelumnya. Inovator-inovator yang terpilih berasal dari beberapa perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Tanjungpura. Selain itu ada inovator terpilih yang berasal dari perguruan tinggi vokasi dari Politeknik Negeri Ujung Pandang, Makassar.

Untuk RekaPitch PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), tiga inovator terpilih adalah:

●      DR. Eng. Ir. Yuyun Tajunnisa, S.T., M.T., Ph.D., IPM (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

●      Prof. Trio Adiono, S.T., M.T., Ph.D. (Institut Teknologi Bandung)

●      Tri Widjaja (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

Untuk RekaPitch PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), tiga inovator terpilih adalah:

●      Berlian Al Kindhi (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

●      DR. Eng. Abdul Kadir Muhammad, ST., PG.DIPL., M.Eng. (Politeknik Negeri Ujung Pandang, Makassar)

●      Muhammad Pramulya (Universitas Tanjungpura)

Sebelum dinyatakan sebagai pemenang, seluruh inovator terpiliih ini telah melalui proses seleksi langsung oleh mitra DUDI yakni PT PLN dan PT Pelindo. Dalam penjurian final yang berlangsung pada Selasa (6/12) di Bali, dewan juri mengkurasi masing-masing 10 peserta RekaPitch yang lolos pitching untuk PT PLN dan PT Pelindo. Peserta RekaPitch PT Pelindo tidak hanya berasal dari Perguruan Tinggi di Pulau Jawa, namun juga dari Pontianak dan Makassar.

Selanjutnya masing-masing pemenang RekaPitch akan mendapatkan pembiayaan 100% dari PT PLN dan PT Pelindo untuk kebutuhan riset. Hal ini sebagai salah satu bentuk komitmen kolaborasi PT PLN dan PT Pelindo dalam mendukung program RekaPitch Kedaireka untuk melahirkan inovasi-inovasi baru guna memberikan solusi bagi kebutuhan industri.

Sebagai informasi, rangkaian kegiatan Ekosistem Kedaireka masih akan berlanjut. Sebagai penutup, akhir tahun ini akan diselenggarakan RekaTalks dan MM Innovation Forum pada pertengahan Desember 2022 di Surabaya. (*)

Pos terkait