Simposium Nasional Jurusan AN PNUP Perkenalkan Metode SLR Dalam Karya Ilmiah

Simposium Nasional Jurusan AN PNUP Perkenalkan Metode SLR Dalam Karya Ilmiah

Makassar, Upeks–Simposium Nasional Administrasi Niaga (SNAN) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) mengangkat tema “Mengenal Metode Systematic Literature Review (SLR) dalam Karya Ilmiah”. Kegiatan dipusatkan di Kampus PNUP Tamalanrea, Makassar, Sabtu (17 Desember 2022).

Ketua Panitia Simposium, Serpian SST MAB melaporkan, kegiatan ini diikuti oleh dosen Administrasi Niaga (AN) serta menjadi wadah dalam meningkatkan pengetahuan khususnya penulisan karya ilmiah.

Bacaan Lainnya
 

“Kegiatan unggulan ini akan terus ditingkatkan sebagai wadah para dosen,” ucap dosen AN ini.

Dengan tema SLR atau Systematic Literature Review/review artikel terstruktur merupakan suatu desain penelitian yang dilakukan untuk mensintesis bukti. Bukti penelitian yang sudah ada secara sistematis dalam hal pencarian artikel penelitian, telaah kritis (critical appraisal) dan sintesis hasil penelitian untuk menjawab suatu permasalahan. Kegiatan SNAN menghadirkan narasumber Prof Ir Muhammad Arsyad SP MSi PhD.

Wakil Direktur Bidang Kerjasama, Perencanaan, dan Sistem Informasi, Adam Rasid SSos MSi dalam sambutannya berharap kegiatan simposium nasional dapat meningkatkan pemahaman dosen tentang metode SLR dalam penulisan karya ilmiah.

“Semoga kegiatan ini cikal bakal melahirkan Professor di jurusan Administrasi Niaga,” harap Adam Rasid saat membuka acara

Nara sumber simposium nasional Prof Ir Muhammad Arsyad SP MSi PhD memperkenalkan metode dalam karya ilmiah berupa systematic literature review yang berfokus pada evidence based untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang diangkat.

“Kuncinya ada pada evidance based,” harap pemilik 77 dokumen terindeks Scopus ini.

Lebih lanjut Muhammad Arsyad berpesan kepada peneliti maupun dosen bahwa penulisan metode ini mengharuskan kolaborasi penulisan menggunakan IMRAD, join-authorship karena kecepatan respon dan tidak perlu khawatir akan ditolak (rejected).

“Tim penulis idealnya lintas universitas dalam maupun luar negeri,” jelas GB Unhas yang juga fasilitator publikasi jurnal DRTPM Kemendikbudristek ini.

Ia juga menekankan untuk penulisan karya ilmiah menggunakan primarity ratio diatas 80 persen, 165 referensi buku dan jurnal.

Acara juga diisi diskusi dan tanya jawab dengan peserta sehubungan dengan pengajuan guru besar (GB), kenaikan pangkat Lektor Kepala (LK) serta pemberian sertifikat oleh panitia. (*)

Pos terkait