Rezki Dengar Tuntutan Warga Terkait Perbaikan Drainase dan Pengembangan Longwis di Lajangiru

Rezki Dengar Tuntutan Warga Terkait Perbaikan Drainase dan Pengembangan Longwis di Lajangiru

Rezki Dengar Tuntutan Warga Terkait Perbaikan Drainase dan Pengembangan Longwis di Lajangiru

MAKASSAR, Upeks.co.id – Anggota DPRD Kota Makassar, Rezki menyampaikan permasalahan saluran drainase dan pengembangan lorong wisata (Longwis) menjadi tuntutan prioritas warga di Kelurahan Lajangiru.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikannya saat melaksanakan Reses pertama masa persidangan pertama tahun sidang 2022/2023, Jl Sungai Pareman, Lrg 55, Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Sabtu (3/12/2022).

Rezki Dengar Tuntutan Warga Terkait Perbaikan Drainase dan Pengembangan Longwis di Lajangiru

Salah satu Longwis unggulan “Balla Ewako” di Kelurahan Lajangiru merupakan titik keenam atau titik terakhir pada kegiatan reses di akhir tahun 2022 yang dilakukan Legislator dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Didampingi oleh Lurah dan aparat keamanan Lajangiru, Rezki menerima sejumlah aspirasi dari masyarakat setempat terkait perbaikan drainase, pengembangan lorong dan bantuan wakaf masjid.

“Di lorong 55 ini termasuk salah satu lorong wisata unggulan, kami berharap bisa diteruskan ke Dinas PU karena drainase di ujung lorong banyak yang terlepas paving bloknya dan butuh perbaikan,” ujar Lurah Lajangiru, Hendra Wirawan.

Permasalahan tersebut menjadi catatan Rezki, sehingga pihaknya akan segera menindaklanjuti dan mengkoordinasikan kepada Dinas PU Kota Makassar untuk dilakukan perbaikan.

Sementara, warga di lorong 55 jalan sungai pareman juga meminta agar Longwis bisa mendapat perhatian lebih berupa cat tembok, sebab Pemerintah Kota tidak seluruhnya menanggung pembenahan lorong.

“Kalau soal bantuan pengembangan lorong Insya Allah kami bantu, tapi harus jelas apa saja giat warga disini sehingga lorong wisata bisa betul-betul menjadi perhatian bagi pemerintah,” ungkap Rezki.

Selain itu, Rezki menyampaikan bahwa bantuan wakaf masjid di wilayah tersebut belum terlalu diperhatikan dan mengetahui soal anggaran yang tersalurkan selama ini.

“Sudah dua tahun anggaran bantuan wakaf masjid dari kesejahteraan rakyat Pemkot belum diambil yah, saya kira itu harus menjadi fokus para pengurus masjid dan masyarakat disini. Karena sejak awal saya memang mengusulkan itu kepada pemerintah,” pungkasnya. (*)