OJK Gelar Kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Unhas

OJK Gelar Kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Unhas

Makassar, Upeks–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar berbagai kegiatan di Sulawesi Selatan seperti Kuliah Umum dan penandatanganan kesepakatan kerja sama di Universitas Hasanuddin (Unhas) serta acara program unggulan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulsel untuk mendorong tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Dalam kuliah umum di Unhas yang diikuti oleh 2.500 mahasiswa Unhas dan 1.000
mahasiswa universitas lainnya secara daring melalui webinar, hadir Ketua Dewan
Komisioner OJK Mahendra Siregar, Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa M.Sc,
Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito, Kepala OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua Darwisman, serta Plt. Direktur Utama PT Bank Sulselbar H. Yulis Suandi.
Mahendra Siregar dalam penyampaian kuliahnya menyampaikan bahwa mahasiswa harus aktif dalam upaya peningkatan literasi keuangan yang jika dibarengi penguatan inklusi keuangan akan membawa manfaat besar dalam perlindungan konsumen serta
mendukung stabilitas sektor keuangan.
“Mahasiswa bisa ikut menyampaikan pesan-pesan mengenai kewaspadaan (tawaran investasi ilegal ataupun pinjol ilegal), meningkatkan edukasi ke masyarakat terhadap produk dan layanan sektor jasa keuangan yang diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan kita,” kata Mahendra.
Jamaluddin Jompa juga menyambut baik kegiatan kuliah umum yang dilakukan OJK
karena menurutnya pengetahuan dan pemahaman terkait dengan edukasi keuangan merupakan hal penting bagi para mahasiswa dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dan sebagai agen untuk melindungi masyarakat keuangan.
“Kami akan bekerja keras dalam kerangka ekosistem pendidikan untuk diperbaiki,
tidak hanya di fakultas ekonomi tapi juga di seluruh fakultas untuk kita paham
masalah-masalah terkait literasi keuangan, bukan hanya untuk perlindungan dalam
rangka defensif tapi juga dalam rangka penguatan kapasitas kita di dalam mengakses sektor-sektor keuangan,” kata Jamaluddin Jompa.
Dalam kesempatan itu, OJK dan Unhas juga telah menandatangani Nota Kesepahaman
dengan judul Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, Pengembangan Sektor Jasa Keuangan, Peningkatan Edukasi Keuangan dan Inklusi Keuangan serta Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan sebagai salah satu bentuk sinergi untuk meningkatkan edukasi keuangan.

Bacaan Lainnya
 

Nota Kesepahaman (NK) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan
perlindungan konsumen jasa keuangan, kepada pendidik, peserta didik maupun juga masyarakat luas mengenai produk dan layanan lembaga jasa keuangan. Kerja sama ini dapat dijadikan sarana kegiatan riset yang dilaksanakan oleh mahasiswa maupun
dosen dalam kajian keuangan, penyediaan gerai/pojok literasi di kampus, pengabdian
kepada masyarakat pada saat KKN serta kegiatan lainnya, yang tujuannya adalah
menjaga stabilitas negara dengan mendukung pencapaian stabilitas sistem keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain kuliah umum dan penandatanganan Nota Kesepahaman, OJK bersama Bank
Sulselbar dan Unhas juga melakukan pembukaan 1.000 Rekening Simpanan
Mahasiswa dan Pemuda (SiMUDA) di lingkungan Unhas dan berhasil mendapatkan penghargaan Rekor MURI dengan kategori Pembukaan Rekening Tabungan Mahasiswa dan Pemuda Terbanyak dari Satu Perguruan Tinggi.
Tidak hanya pembukaan Rekening SiMUDA, OJK dan Unhas juga menunjuk beberapa
mahasiswa sebagai Agen Literasi Keuangan yang diharapkan dapat menjadi akselerator
dalam menumbuhkan jiwa menabung dan investasi di daerahnya.
OJK bersama Bursa Efek Indonesia juga membuka Mini Expo Pasar Modal dengan
menghadirkan 15 Sekuritas dan 10 Galeri Investasi di pelataran Baruga Andi Pettarani.
Melalui pembukaan Mini Expo ini, OJK berharap agar mahasiswa yang menjadi peserta kuliah umum dapat secara langsung mempelajari tentang Pasar Modal dan membuka rekening investasi.

TPAKD Sulsel
Mahendra juga menghadiri pemberian penghargaan TPAKD Award, Pengukuhan dan Wisuda UMKM Berdaya Saing, Maju, dan go International (UMKM BAJI’NA) serta
pemberian award kepada lima UMKM BAJI’NA terbaik dan sekaligus pelepasan ekspor lima UMKM BAJI’NA dengan negara tujuan Hongkong, Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, Arab Saudi, dan Cina.
Pencapaian program TPAKD Provinsi Sulsel utamanya program unggulan akselerasi
akses keuangan selama setahun, yaitu:
1. Program Klasterisasi UMKM dengan target pembentukan klaster sebanyak 200
klaster, saat ini telah terealisasi sebanyak 293 klaster dengan total plafond kredit
yang disalurkan sebesar Rp241,04 miliar kepada 7.912 debitur.
2. Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi (PHINISI) dengan target pelaksanaan K/PMR Phinisi sebanyak 200.000 debitur, telah terealisasi sebanyak 372.907 debitur dengan akumulasi plafon sebesar Rp 12,35 triliun.
3. UMKM BAJI’NA (Berdaya saing, mAJu, dan go InterNAtional) yang merupakan
program inkubasi 71 UMKM terpilih dari 24 kab/kota yang hari ini akan dilakukan wisuda UMKM sekaligus pelepasan ekspor perdana.

Pos terkait