BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Tahap II

  • Whatsapp
BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Tahap II

Makassar, Upeks.co.id –Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kembali menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa Cianjur, Jawa Barat. Bantuan tahap kedua diserahkan secara simbolis Wakil Ketua 2 H Jurlan Em Saho’as sebesar Rp 23 juta di sela sela Workshop Media Digital dan Film Maker, di Maxone Hotel, Sabtu, 24 Desember 2022.

Bantuan tahap kedua yang dititipkan kepada Staf Produksi BAZNAS TV Fauziyah Dabriyanti merupakan hasil pengumpulan donasi jamaah masjid yang dihimpun 13 UPZ masjid. Dana bantuan itu selanjutnya diserahkan kepada tim penanggulan bencana BAZNAS RI diJakarta. Sebelumnya BAZNAS Makassar juga sudah menyerahkan bantuan korban gempa Cianjur sebesar Rp 50 juta ditengah kegiatan Indonesian Conference of Zakat (ICONZ) ke-6 di gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang, 1 Desember 2022 lalu.

Bacaan Lainnya

H.Jurlan Em Saho’as mengatakan, bantuan tahap kedua yang diserahkan tersebut merupakan hasil donasi jamaah masjid yang berhasil dihimpun 13 UPZ sekitar dua minggu saja. Jumlah keseluruhannya sudah Rp 73 juta dan dijadwalkan masih ada tahap berikutnya.

“Jadi, bantuan BAZNAS Kota Makassar kepada saudara saudara kita yang tertimpa musibah gempa di Cianjur, pada tanggal 21 November 2022 lalu, Kami menyadari bantuan ini tidak seberapa tetapi merupakan bentuk kepedulian sekaligus meringankan para korban di Cianjur,” ungkapnya kepada wartawan usai menyerahkan bantuan tersebut.

Jurnalis yang juga dikenal sebagai sutradara teater dan film mengemukakan, seluruh jajaran BAZNAS Kota Makassar merasa tersentuh dengan kejadian alam yang menimpa ummat manusia di Cianjur.
“Kejadian alam, atau gempa bumi yang terjadi di Cianjur tentunya bukan saja dirasakan masyarakat di Cianjur sendiri, melainkan seluruh ummat manusia, termasuk di Kota Makassar pun merasakan hal serupa,” ujarnya.

Karena itu, pemegang kartu utama dewan pers ini menyebutkan, BAZNAS Kota Makassar merasa terpanggil untuk membantu. Namun, sekalipun dari segi jumlah, tidaklah berarti apa apa, tetapi karena didasari niatan sangat suci dari lembaga amil terpercaya berkantor di Jalan Teduh Bersinar, No 5 Kecamatan Rappocini, Makassar ini kepada warga yang tertimpa musibah.

Menyinggung sumber dana, Sutradara Film Air Mata Jendi ini mengaku, berasal dari 13 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid yang mengumpulkan donasi dari jamaah masjid.
Di bagian lain Jurlan meminta masyarakat, tidak ragu menyalurkan bantuannya melalui BAZNAS Kota Makassar. Bantuan tersebut akan diserahkan secara utuh kepada korban gempa. Mengapa? Ya, karena BAZNAS Makassar, dan tentunya BAZNAS BAZNAS daerah lainnya selalu mengedepankan prinsip 3A. Yakni, Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Makanya, BAZNAS sangat yakin bahwa, penyaluran bantuan akan tepat sasaran dan jatuh ke tangan orang yang tepat.

“Dalam merespon dan menyalurkan bantuan, BAZNAS Kota Makassar selalu menjunjung akuntabilitas dan transparansi. Ini tidak lain untuk menjaga kepercayaan publik. Karena trust masyarakat adalah hal sangat penting bagi kami,” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua BAZNAS Kota Makassar, H. Ashar Tamanggong berterima kasih kepada UPZ UPZ masjid yang telah melakukan pengumpulan donasi dari jamaah masjid.

“Kami tentunya sangat berterima kasih kepada UPZ UPZ masjid yang telah bersusah payah mengumpulkan donasi dari masjid di wilayahnya masing masing,” ujarnya.

Sementara itu, Fauziyah Dabriyanti menjelaskan, setibanya di Jakarta, pihaknya akan menyerahkan bantuan BAZNAS Kota Makassar tersebut ke BAZNAS Pusat, kemudian nantinya akan diserahkan secara langsung ke korban gempa Cianjur.
Seperti diketahui, korban jiwa akibat gempa magnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Cianjur, pada Senin, 21 November 2022 itu mencapai 323 orang. Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur tercatat sebanyak 26.237 rumah rusak berat, 14.196 rumah rusak sedang, dan 22.786 rumah rusak ringan.

Gempa juga mengakibatkan kerusakan pada 471 sekolah, 170 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan, dan 17 gedung perkantoran. Sementara pengungsian tersebar di 449 titik, dengan total jumlah 100.330 jiwa. (rls)