Jelang Pemilu, KPU Majene Gelar Diskusi Tangkal Hoax

Jelang Pemilu, KPU Majene Gelar Diskusi Tangkal Hoax

MAJENE, UPEKS.co.id—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majene
melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan sejumalh
awak Media, OKP, Fatayat NU, PMII, HMI, DIPO, HMI MPO, GMKI, GMNI dan
IMM di Café Agung, Sabtu (12/11/2022).

Kegiatan yang bertajuk “Bersama Melawan Hoax Menuju Pemilu 2024 Yang
Berkualitas”. dihadir Dosen Unsulbar, Muhammad dan Ketua KPU Kabupaten
Majene, Muh.Arsalin Aras, sekaligus sebagai narasumber serta anggota
KPU Majene, Zulkarnaen Hasanuddin sebagai moderator.

Bacaan Lainnya
 

Ketua KPU Majene, Muh. Arsalin Aras dalam sambutannya menyampaikan,
kegiatan ini dilaksanakan tujuannya ingin meramu satu kesepakan dalam
satu pandangan bahwa hoax itu tidak benar atau tidak tepat jika berada
atau ada dalam tahapan Pemilu 2024.

“Sebagai contoh, saat ini tahapan Pemilu sudah ada tapi pencalonan
belum, namun oleh media sosial sudah banyak informasi atau berita yang
sifatnya mendiskreditkan, mengkerdilkan dari salah satu pihak,” ujar
Arsalin.

Olehnya itu Arsalin berharap, melalui kegiatan FGD ini mungkin bisa
melahirkan sebuah pandangan dari masing-masing peserta atau simpulan
bagaimana melawan hoax menuju Pemilu 2024 yang berkualitas.

Ditempat yang sama, ketua Devisi Dalmas dan Sosialisasi KPU Majene,
Zulkarnain Hasanuddin mengatakan,  pertemuan yang dilakukan ini untuk
menggali potensi seperti apa berita-berita tidak benar atau hoax
jelang Pemilu 2024.

“Saya berasumsi bahwa mulai 2023 nanti berita hoax akan semakin massif
dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab sehingga
diharapkan kepada yang hadir agar menjadi bagian dari penangkal hoax
kedepan,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang akademisi dari Unsulbar Muhammad yang
juga selaku pemantik dalam kegiatan menyebut, kinerja KPU Majene
selama ini sudah terukur.“Maksud saya jangankan di Sulawesi Barat, di
tingkat Nasional pun kinerja KPU Majene sudah tidak diragukan lagi dan
KPU Majene mampu mengukir prestasi secara gemilang,” ucapnya.

Muhammad juga menyampaikan apresiasinya kepada KPU Majene yang telah
melaksanakan kegiatan FGD. Menurutnya, ada kegelisahan KPU dengan
adanya hoax yang akan berpotensi mengurangi partisipasi pemilih jelang
2024.

“Kalau kita tidak perangi Hoax, akan menjadi sebagai suatu penghancur
demokrasi yang luar biasa. Jadi langkah KPU ini dengan melakukan FGD
dengan melibatkan sejumlah wartawan, mahasiswa, organisasi
kemahasiswaan dan sebagainya adalah langkah yang sangat bagus,”
pungkasnya.(Ali).