Dikawal Ketat, Delapan Pelajar Pelaku Penganiayaan Kembali Bersekolah

Dikawal Ketat, Delapan Pelajar Pelaku Penganiayaan Kembali Bersekolah

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Delapan pelajar yang mengancam busur dan menendang motor yang juga seorang pelajar hingga terjatuh kemudian tewas, berhasil diamankan Timsus Anti Suram Polrestabes Makassar bersama Polsek Mamajang.

Para pelaku tersebut melakukan aksinya, karena mengaku saling tersinggung di perlombaan Futsal. Namun berujung salah sasaran. Pelaku melakukan aksinya di Jl Veteran Utara dan mengakibatkan satu orang tewas serta satu korban lainnya mengalami luka-luka.

Bacaan Lainnya

Para pelaku berhasil dibekuk aparat Kepolisian, setelah melakukan penyelidikan selama kurang bebih satu bulan usai mendapat laporan polisi dari orang tua korban, pada 27 September lalu.

Polisi akhirnya berhasil menangkap satu persatu pelaku sejak dua Minggu lalu. Hingga pada Selasa malam, delapan pelaku berhasil ditangkap aparat kepolisian.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Ronald Simanjuntak, berdasarkan pemeriksaan awal, peristiwa tersebut merupakan menjadi salah sasaran terhadap korban. Para pelaku mengaku bahwa awalnya mereka saling singgung dengan pendukung salah satu sekolah lain disebuah kompetisi futsal.

Para pelaku ini berfikir bahwa korban dan rekannya yang berboncengan motor merupakan kelompok pendukung dari sekolah lain tersebut. Mereka kemudian mengejar dengan mengancam busur hingga menendang korban sebanyak dua kali.

“Jadi awalnya mulanya dimana mereka saling tersinggung saat jadi suporter futsal. Namun tersinggung ini antara satu SMK dengan satu PGRI. Nah PGRI ini salah sasaran. PGRI 1 yang jadi korban dan PGRI 3 jadi pelaku, ” kata Ronald, Selasa (26/10/22) malam.

Pelaku awalnya janjian sekitar 12 disatu tempat untuk menunggu korban kembali dari supporter pertandingan futsal. Begitu korban pulang, diikuti dan dikejar dengan menggunakan busur di TKP.

Saat bertemu di TKP, motor korban ditendang sekali dan oleng. Kemudian ditendang kedua kalinya baru jatuh dan disitu korban jatuh mengalami luka berat. Sempat dibawa ke rumah sakit dan menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

“Selain kita melakukan penegakan hukum, kita melakukan pembinaan restorative batiniah seperti yang dicanangkan bapak Kapolrestabes. Jadi mereka tetap diberikan hak-haknya dan masa depan mereka diharapkan tetap cerah ke depannya,” ucap Ronald.

Untuk proses selanjutnya sebut Ronald, polisi akan memberikan hak-hak para pelaku sebagai anak dibawah umur dengan tetap memberikan sekolah dan bimbingan agama. Saat sekolah, para pelaku tetap dilakukan pengawalan.

“Polisi juga akan menerapkan serta melakukan hak para pelaku sebagai anak dibawah umur. Salat lima waktunya pun para pelaku selalu diingatkan,” sebutnya.(Jay)