Deni Pora: Aplikasi Mobile JKN Menjawab Tantangan Zaman

Deni Pora: Aplikasi Mobile JKN Menjawab Tantangan Zaman

Baubau, Upeks.co.id — Sudah tidak asing lagi bahwa gaya hidup masyarakat di era digital tidak akan terlepas dari gadget. Hal tersebut terjadi karena hampir semua kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi melalui gadget. Hingga akhirnya, berpengaruh sampai ke pemenuhan kebutuhan akses pelayanan kesehatan dari masyarakat, khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Guna menjawab tantangan tersebut, BPJS Kesehatan kini telah menghadirkan Aplikasi Mobile JKN yang dapat diakses oleh semua peserta JKN melalui gadget. Deni Pora (32) merupakan salah satu peserta JKN yang telah lama menggunakan aplikasi tersebut.

Bacaan Lainnya

Saat ditemui oleh tim Jamkeswes, ia mengapresiasi dengan kehadiran aplikasi Mobile JKN yang dinilainya membawa berbagai kemudahan.

“Berbagai inovasi yang dihadirkan dalam program ini. Seperti sekarang ini saat kita mau berobat, kita tidak perlu khawatir lagi apabila lupa membawa kartu JKN, cukup menunjukkan kartu digital yang dapat dengan mudah diakses melalui fitur di aplikasi Mobile JKN ini,” ungkap Deni.

Selain memanfaatkan inovasi yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan pada aplikasi Mobile JKN untuk diri sendiri, tak lupa Deni juga mengajak keluarga dan rekan-rekannya untuk turut menggunakan aplikasi ini.

“Mudah, simple, gratis, dan anti ribet. Itulah aplikasi Mobile JKN. Di samping itu agar program ini bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan, kita harus sama-sama menjaga kesinambungannya tentu saja dengan rutin membayar iuran yang menjadi kewajiban kita,” tutup Deni.

Pria yang berdomilisi di Kota Baubau ini, sejak tahun 2019 telah terdaftar sebagai peserta JKN segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU). Ia mengakui program ini sangat bermanfaat bagi penduduk Indonesia, mengingat biaya pelayanan kesehatan dan berobat itu tidak murah.

“Waktu itu saya dengar info-info yang beredar, katanya kalau mau urus kartu JKN itu ribet dan banyak tetek bengeknya. Dari situ saya penasaran, apakah betul seperti itu? Akhirnya saya coba untuk daftar. Ternyata apa yang saya dengar itu tidak betul. Saat mendaftarkan diri sebagai peserta saya rasa sangat mudah dan simple,” tambahnya. (ap/an)