Sosialisasi Perda Peredaran dan Penjualan Minol, M Yahya Sebut Harus Dilakukan di Tempat Khusus yang Berizin

Sosialisasi Perda Peredaran dan Penjualan Minol, M Yahya Sebut Harus Dilakukan di Tempat Khusus yang Berizin

Sosialisasi Perda Peredaran dan Penjualan Minol, M Yahya Sebut Harus Dilakukan di Tempat Khusus yang Berizin

Bacaan Lainnya
 

Makassar, Upeks.co.id – Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Tahun Anggaran 2022 Angkatan XIV bertema Peraturan Daerah Kota Makassar Kota Makassar Nomor : 4 Tahun 2014, Tentang Pengawasan dan Pengendalian, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol, digelar Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar M Yahya, di Hotel Harper Makassar, Minggu (11/9/2022).

Legislator asal Partai Nasdem ini, menyebutkan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol (minol) harus dilakukan di tempat khusus yang berizin

“Penjualan minol sesuai dengan karakteristik daerah dengan mempertimbangkan tidak berdekatan dengan rumah tempat peribadatan, lembaga pendidikan, dan rumah sakit,” ungkap M Yahya anggota DPRD asal Dapil Biringkanaya Tamalanrea. 

Yahya menyebutkan, saat ini sudah tidak lagi ditemukan peredaran dan penjualan minol yang dilarang. Apalagi penjualan tak berizin. “Kecuali kalau ada yang menjual secara sembunyi-sembunyi,” tandasnya.

Sementara Staf Ahli Bidang Hukum DPRD Kota Makassar yang juga dosen di Universitas Patria Artha Dr. Zainuddin Djaka, SH, MH dalam materinya menyampaikan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengawasi peredaran minol.

Dikatakan ada tiga golongan kadar minuman beralkohol. Yakni Golongan A. Minuman keras golongan A memiliki kadar alkohol jenis ethanol (C2H5OH) 1% – 5%. 

Kedua, Golongan B merupakan minuman beralkohol dengan kadar ethanol 5% -20%.  Ketiga, minuman keras golongan C adalah minuman yang memiliki kadar alkohol sebesar 20% – 45%. 

“Hanya saja yang belum bisa diketahui kadar alkoholnya ada minuman Ballo. Untuk mengetahui kadarnya, saat melakukan penertiban harus melalui alat karena ini banyak merasakan, ” ujarnya.Sosialisasi Perda Peredaran dan Penjualan Minol, M Yahya Sebut Harus Dilakukan di Tempat Khusus yang Berizin

Pada kesempatan itu, Dr Djaka juga mengungkapkan, setiap orang dilarang membawa Minol Gol. A, B, dan C dari luar negeri sebagai barang bawaan, kecuali untuk dikonsumsi sendiri paling banyak 1.000 (seribu) ml/orang dengan isi kemasan tidak kurang dari 180 ml. 

Disebutkan berdasarkan data WHO  konsumsi minol bertanggung jawab satu dari 20 kematian secara global setiap tahunnya. Penggunaan alkohol berbahaya membunuh hingga 3.000.000 orang setiap tahun, terhitung 5% dari penyakit global yang membuat orang mati karena penggunaan alkohol. 

Sementara Kepala Bidang Advokasi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Firman Wahab, S.IP, M.Adm.KP menyampaikan Pelayananan Terpadu Satu Pintu, Pemerintah Kota Makassar hanya kewenangan memberi izin untuk golongan B dan C, sementara golongan  dilakukan oleh pemerintah pusat.

Dikatakan Firman peredaran dan penjualan minol tidak untuk dibawa pulang. Sebaliknya, konsumen harus minum di tempat. (rls)