Diduga Bangun Villa di Kawasan Hutan Lindung, Oknum Anggota DPRD Sulsel Ditetapkan Tersangka

Diduga Bangun Villa di Kawasan Hutan Lindung, Oknum Anggota DPRD Sulsel Ditetapkan Tersangka

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Penyidik Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Sulsel, telah menetapkan tersangka oknum anggota DPRD Sulsel berinisial JS. JS ditetapkan tersangka, karena diduga membangun villa di kawasan hutan lindung.

“Statusnya sudah penyidikan dan sudah 12 orang diperiksa. Sudah ada tersangka berinisial JS. Penetapan tersangka sejak Juli kemarin,” kata Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Nugraha Pamungkas, Kamis (1/9/22).

Bacaan Lainnya
 

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Helmi Kwarta menjelaskan, memang banyak penguasaan fisik di dalam yang diduga kawasan hutan lindung. 

Setelah dilakukan pengecekan, lanjut mantan Direktur Reserse Narkoba Polda NTB itu, penguasaan fisiknya memang ada. Ada warung, ada rumah warga bahkan ada sekolah. 

“Kita akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait untuk menentukan batas-batas kawasan hutan lindung itu,” jelas Helmi.

Diketahui kasus itu dilaporkan oleh Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulsel. WALHI melaporkan oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel dan Toraja Utara ke Markas Kepolisian Daerah Polda Sulsel, Senin (13/12/21) lalu.

Dimana catatan tim investigasi WALHI, ada dua pejabat yang sedang bangun Villa di hutan Pongtonra. Pertama anggota DPRD Sulsel dan kedua DPRD Kabupaten Toraja Utara. 

Dalam laporan itu, WALHI masukan empat berkas alat bukti, yakni SK 362 tahun 2019 tentang penetapan hutan lindung Sulsel. Kedua gambar dan dokumentasi pembangunan villa diduga milik anggota DPRD Sulsel.

Ketiga sambung yakni peta overlay atau titik koordinat dengan peta SK 362 menteri KLHK. Pihak WALHI juga masukkan nama saksi masyarakat yang bisa diminta keterangan oleh pihak kepolisian untuk posisi tanah. (Jay)