Tim Wasdalbin LLDIKTI Lakukan Evaluasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Unismuh Makassar

Tim Wasdalbin LLDIKTI Lakukan Evaluasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Unismuh Makassar

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Tim Pengawasan, Pengendalian dan Pembinaan (Wasdalbin) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultanbatara melakukan evaluasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Gedung Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Senin (29/08/2022).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor I, Dr H Abd Rakhim Nanda, Wakil Rektor III, Dr Muhammad Tahir, Wakil Rektor IV, Drs Mawardi Pewangi, para wakil dekan dan ketua ketua Program Studi (Prodi) se-Unismuh.

Bacaan Lainnya

Adapun Tim Wasdalbin LLDIKTI IX Sultanbatara, yakni Markus Yan Patarru MM (Analisis Kepegawaian Ahli Muda), Astirah AMd (Pengelola Informasi Akademik), Dahliawati ST (Pengelola Keuangan) serta Andarias Upa Sarangi (Pramu Bakti).

Markus Yan Pattaru menyampaikan bahwa ada beberapa fokus pemeriksaan, pengawasan, pengendalian dan pembinaan perguruan tinggi.

“Fokusnya yakni kelembagaan, sumber daya manusia, akademik, tugas akhir dan pemberian gelar serta sarana dan prasarana,” ungkapnya.

Untuk kelembagaan, terang Yan Pattaru, semua Prodi memiliki status peringkat akreditasi yang masih berlaku dan penyelenggaraannya berkesesuaian dengan SK izin Prodi.

Selanjutnya fokus sumber daya manusia mengacu pada Permendikbud Nomor 7 tahun 2022 tentang Pendirian, Perubahan, Pembukaan dan Pencabutan Izin Perguruan Tinggi.

“Standarnya minimum 5 orang doktor linear dengan Prodi yang diselenggarakan dan untuk pembukaan program doktor, persyaratannya minimum 2 guru besar dan 3 lektor kepala, tenaga kependidikan minimum 2 orang dengan pendidikan minimal D3,” jelasnya.

Yan Pattaru menambahkan bahwa rasio mahasiswa dengan dosen adalah paling tinggi 1:20 untuk magister akademik, 1:30 untuk magister terapan, serta 1:10 untuk program doktor (berdasarkan surat Kepala BAN PT Nomor 1041/BAN-PT/LL/2020).

Dirinya pun mengimbau seluruh ketua Prodi senantiasa mempedomani peraturan akademik agar tidak menjadi satu temuan. 

Ia juga mengingatkan terkait pengurusan gelar profesor, khususnya bagi para dosen yang telah menyandang jabatan fungsional lektor kepala.

“Kepala LLDIKTI IX Sultanbatara, dengan kegiatan Wasdalbin ini, ingin mengetahui apa masalah yang dihadapi dosen di perguruan tinggi mengapa lambat mengurus gelar profesornya,” tukasnya.

Diketahui setelah Unismuh Makassar, tim Wasdalbin LLDIKTI IX Sultanbatara juga akan melakukan evaluasi ke STIKES Yapika dan STIEM Bongaya. (aca)