Per Juli 2022, Baznas Enrekang Bedah 30 Rumah Tidak Layak Huni

Per Juli 2022, Baznas Enrekang Bedah 30 Rumah Tidak Layak Huni

ENREKANG, UPEKS.co.id — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang tahun 2022 mempunyai program rumah layak huni sebanyak 70 rumah. Untuk tahap pertama per Juli 2022 Baznas sudah menyerahkan dana untuk 30 rumah tidak layak huni  yang akan dibedah menjadi rumah layak huni.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Enrekang, Kadir Lesang, S.Ag menjelaskan saat ini 30 rumah tidak layak huni yang mendapat bantuan tersebut tersebar pada 12 Kecamatan di Enrekang.

Bacaan Lainnya

” Jadi total anggaran yang kami sudah serahkan untuk 30 rumah sebanyak Rp 300 juta dan sekarang sementara proses pengerjaan bahkan sudah ada yang melaporkan pengerjaannya sudah selesai. Selanjutnya kita lihat kondisi keuangan kita, jika masih memungkinkan ditahap kedua kita akan serahkan dana lagi untuk bedah rumah”. Kata Kadir Lesang.

Dia mengatakan bedah rumah masuk dalam program Enrekang peduli. Di Kabupaten Enrekang ternyata masih sangat banyak rumah masyarakat yang sudah tidak layak huni alias rumah kumuh.

Kadir Lesang mengatakan  sudah ada lebih 90 proposal bedah rumah yang masuk ke Baznas Enrekang saat ini.

Meski banyak proposal yang masuk, Namum pihak Baznas tetap berhati-hati memberitakan bantuan agar tidak menimbulkan masalah baru.

Alur yang harus dilalui untuk mendapatkan bantuan bedah rumahpun cukup jelas syarat mutlak adalah warga yang akan menerima bantuan bedah rumah harus punya tanah bersertifikat atas namanya sendiri.

Bantuan yang diberikan Baznas hanya sebagai stimulan untuk merangsang jiwa gotong royong masyarakat setempat.

” Alhamdulillah karena setiap rumah itu kita hanya berikan 10 juta  tapi selesai juga. Karena memang Baznas itu hanya memberikan stimulasi sebagai rangsangan karena kita pada dasarnya mau lebih banyak orang yang beramal”. Ujar Kadir Lesang.

” Rata-rata kita tidak memberikan langsung bantuan itu kepada penerima bantuan karena kita membentuk panitia yang terdiri dari UPZ, Kordes dan aparat setempat dan inilah yang menggerakkan masyarakat untuk membantu “. Ujarnya.

Untuk mendapatkan bantuan bedah rumah dari Baznas masyarakat harus paham alur dan syarat apa saja yang harus dipenuhi sebelum Baznas melakukan validasi data.

Berikut alur pengurusan berkas proposal bedah rumah

– SKTM dari Desa tempat domisili pemohon

– Rekomendasi dari UPZ Kecamatan

– Setelah itu masuk kebagian Administrasi Baznas

– Setelah berkas dianggap lengkap, proposal masuk keruangan bagian pendistribusian,

– Setelah lengkap Baznas melakukan verifikasi langsung kelapangan

– Dilakukan pleno pimpinan sebagai penentuan apakah proposal diterima atau tidak.

” Kalau tidak diterima pada rapat pleno, maka harus disampaikan kepada pemilik proposal bahwa proposalnya ditunda dulu karena masih ada persyaratan yang belum terpenuhi “. Pungkasnya.

Setidaknya sudah sekitar 400 rumah kumuh atau rumah tidak layak huni yang menerima bantuan Baznas untuk menjadi rumah layak huni selama Baznas hadir di Enrekang. (Sry)