Penyakit Mulut dan Kuku Sudah Menyerang Dua Kecamatan di Enrekang

Penyakit Mulut dan Kuku Sudah Menyerang Dua Kecamatan di Enrekang

ENREKANG,UPEKS.co.id Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Kabupaten Enrekang terus meningkat. Bukan hanya itu, penyebarannya juga sudah meluas dari satu desa kini ke beberapa Desa dan Kecamatan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Enrekang, Muh. Alwi mengatakan, per hari Minggu (7/8/22) sudah  49 ekor sapi yang terserang penyakit mulut dan kuku yang penyebaran diduga sangat cepat terhadap seluruh hewan yang berkuku dua seperti sapi, kerbau dan kambing.

Bacaan Lainnya

Alwi menjelaskan sudah ada beberapa desa di Kecamatan Buntu Batu yang terserang PMK yakni Eran Batu, Ledan, Pasui, Langda dan Potto Kullin dan di Desa Sumillan, Kecamatan Alla.

Dipastikan jika Satgas PMK tidak segera bergerak secara massif PMK akan terus meluas dan menyerang hewan ternak lainnya yang masih sehat.

Kepala Disnakin mengatakan seharus Satgas bergerak cepat untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat yang ternaknya saat ini terserang PMK. Karena selama ini Disnakin selalu menemui kendala ada pemilik ternak.

“Misalnya ada masyarakat yang ternaknya kena PMK, kami datang minta dipotong tapi pemiliknya bertahan tidak mau dipotong dengan alasan sapinya sudah sembuh nah ini yang jadi masalah”. Ujar Alwi.

Sementara itu Alwi mengatakan untuk melakukan pendekatan kepada pemilik ternak sebenarnya bukan lagi urusan Disnakin tetapi urusan Satgas PMK. Itulah tujuan Satgas PMK dibentuk.

“Ini pekerjaan kan bukan pekerjaan Dinas Peternakan lagi. Tugas kami hanya menyelamatkan nyawa ternak supaya tidak mati, supaya ada harganya. Yang harus mendekati masyarakat ya Satgas”. Tegas mantan Kadis Perhubungan ini.

Alwi menegaskan jika semua harus dikerjakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan maka tugas pokok Disnakin akan terabaikan. Tapi menurutnya hingga saat ini Satgas PMK yang diketuai H. Baba, Sekda Enrekang belum berjalan maksimal.

“Tugas pokok saya adalah pelayanan sapi sakit dan pelayanan vaksinasi. Kalau Dinas Peternakan Pi lagi disuruh mendekati masyarakat akhirnya nanti saya tidak bisa pelayanan lagi”. Pungkas.

Satgas PMK yang telah dibentuk di Pimpin oleh Sekda Enrekang sementara wakil ketua 1 Kapolres Enrekang wakil Ketua 2 Dandim dan banyak Instansi yang terlibat didalamnya antara lain BPBD, Satpol PP, Perhubungan dan masih banyak lagi.

Diharapkan kehadiran Satgas PMK ditengah-tengah masyarakat dapat segera memutus mata rantai penyebaran dan penularan penyakit mulut dan kuku yang semakin meluas dan bisa berdampak ada perubahan hidup para peternak sapi dari sejahtera menjadi miskin.

Diakui selama ini Disnakin telah lama turun melakukan pelayanan vaksinasi dan pelayanan kesehatan pada hewan ternak, namun jika Satgas PMK tidak maksimal bekerja maka apa yang dilakukan Disnakin akan sia-sia.

Untuk itu, Alwi akan kembali menemui Sekda dan meminta agar Satgas PMK berjalan maksimal dengan cara pendekatan kepada masyarakat pemilik ternak.

Sebagai upaya agar jumlah PMK tidak semakin bertambah Disnakin dan Satgas PMK harus berjalan seiring. Selain ini, Alwi berharap agar masyarakat juga selalu waspada, tidak mendatangi wilayah yang sudah ditetapkan sebagai zona merah PMK dan sebelumnya masyarakat dari wilayah zona merah PMK tidak masuk ke wilayah yang masih aman PMK.

Sementara itu, Ketua Satgas PMK yang juga Sekda Enrekang, H. Baba saat dihubungi Upeks belum mengangkat teleponnya. (Sry)