“MyWaste” Solusi Kebijakan Persampahan di Kota Makassar

"MyWaste" Solusi Kebijakan Persampahan di Kota Makassar

 

Makassar, Upeks.co.id — Sampah yang menjadi permasalahan di Kota Makassar dapat diatasi dengan sikap dan tindakan yang bersahabat dengan sampah, di antaranya partisipasi masyarakat, turut sertanya beberapa pihak kelembagaan (swasta) dan pemerintah sehingga permasalahan sampah dapat diatasi secara menyeluruh.

Bacaan Lainnya

Untuk mengatasi sampah di Kota Makassar, Andi Maya Kasmita melakukan kajian riset disertasi dengan judul “Implementasi Kebijakan Persampahan (Studi Kasus Kecamatan Rappocini Kota Makassar” yang dipertahankan dalam sidang ujian promosi doktor secara virtual zoom pada Kamis, 25 Agustus 2022.

Sidang ujian promosi doktor dipimpin Prof. Dr. Anshari, M.Hum. dengan anggota: Prof. Dr. Muhammad Basri, M.Si., Prof. Dr. Suradi Tahmir, M.S., Prof. Dr. Rifdan, M.Si., Samirah Dunakhir, SE., M.Buss., Ph.D., Ak., C.A., Prof. Dr. Ir. Nurlita Pertiwi, M.T., dan Prof. Dr. Imran Ismail,M.S.

Riset disertasi Dosen Administrasi Publik FIS-H UNM menganalisis kebijakan persampahan di Kecamatan Rappocini sebagai salah satu kecamatan terbaik dalam pengelolaan sampah.

Kebijakan bank sampah menjadikan kecamatan Rappocini yang bersih dan sehat. Penerapan sistem kontainer sampah siluman dengan meletakkan secara acak di titik-titik yang selama ini dipenuhi sampah. Upaya ini untuk memberi ruang jeda adanya sampah bertumpuk di jalanan hingga beberapa hari.

Hasil riset Andi Maya Kasmita, yaitu, pertama implementasi kebijakan persampahan di Kecamatan Rappocini Kota Makassar membutuhkan adanya teknologi yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penerimaan informasi. Kedua, faktor determinan dalam kebijakan persampahan adalah pengurangan target.

Ketiga, sebagai kebaruan riset ini, dengan mengajukan prototype model pengelolaan sampah yang berbasis teknologi dan informasi. Sistem operasi dalam aplikasi pada telepon selular dengan nama “MyWaste”. Sistem operasi berbasis perangkat elektronik (telepon genggam atau komputer) yang terdiri dari empat komponen, yaitu hardware, sistem operasi, program aplikasi, dan pemakai.

Seusai menjawab sanggahan, bantahan, dan klarifikasi dari tim penguji, Andi Maya Kasmita dinyatakan lulus dengan memeroleh IPK 3,94 dan predikat kelulusan sangat memuaskan. Ia tercatat sebagai alumni ke-1100 PPs UNM dan ke-385 Prodi Ilmu Administrasi Publik.

Ketua Prodi S-3 Ilmu Administrasi Publik, Prof. Dr. Rifdan, M.Si. mengapresiasi riset disertasi yang dilakukan mahasiswanya karena memberi solusi dalam mengatasi persampahan di Kota Makassar. Model “MyWaste” yang berbasis perangkat teknologi sebagai model yang mengikuti perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Masyarakat sudah hidup berdampingan dengan teknologi sehingga akan memudahkan dalam sistem pelayanan publik di bidang persampahan.(rls)