Dekan Kedokteran Unismuh Temui Cucu Kiai Dahlan

Dekan Kedokteran Unismuh Temui Cucu Kiai Dahlan

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unismuh Makassar Prof Suryani As’ad menghadiri pertemua dengan pendiri Halal Science and Innovation Center Universitas Chulangkorn, Bangkok Thailand.

Pertemuan bertajuk “Networking meeting and lecture on halal science and innovation” itu digelar di Aula KH Ahmad Dahlan, Lantai 6, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uhamka, Jakarta, Senin, 29 Agustus 2022.

Bacaan Lainnya

Pertemuan tersebut diinisiasi Uhamka dan Asosiasi Kantor Urusan Internasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah – Aisyiyah se- Indonesia.

Menurut Prof Suryani, pertemuan dengan Dr Winai Dahlan sangat membuka inspirasi dalam mengembangkan Halal Science di Indonesia.

“Beliau very welcome untuk datang ke Halal Innovation Community Center Learning di Thailand,” ungkap Dekan FKIK Unismuh Makassar ini.

Prof Suryani berniat berkunjung ke sana pada akhir tahun 2022 mendatang. “Kebetulan kami akan menjadi speaker pada

International Conference di Chulolangkorn University 12-16 December 2022,” ungkapnya.

Profil Winai Dahlan

Winai Dahlan merupakan putra Irfan Dahlan. Ayah Winai adalah anak ke 4 dari KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah

Irfan mulai menetap di Thailand, karena ketika hendak pulang dari belajar agama di Pakistan, situasi Indonesia sedang perang. Akhirnya Irfan memilih tinggal dan berkeluarga di Thailand. .

Winai Dahlan menempuh pendidikan tinggi di Chulalongkorn University, di Food and Nutrition, Faculty of Allied Health Science. Chulalongkorn University ini termasuk universitas terbaik di Thailand, dan masuk jajaran 200 besar Universitas terbaik dunia.

Ia melanjutkan program doktoralnya di jurusan Medical Biology, Universite Libre de Bruxelles, Belgia. Setelah lulus, beliau mengabdikan diri sebagai dosen dan ilmuwan di universitas Chulalongkorn hingga saat ini.

Winai Dahlan dikenal sebagai ilmuwan yang mempromosikan produk halal. Ia menulis banyak artikel ilmiah yang dipublikasikan secara nasional dan internasional.

Kegigihan Winai Dahlan menjadikan dirinya termasuk dalam “500 Muslim Paling Berpengaruh” untuk lebih dari 3 tahun berturut-turut oleh ”Royal Islamic Strategic Studies Centre” dan hanya satu-satunya Ilmuwan Muslim yang berada dalam “16 Ilmuwan Muslim paling Berpengaruh di Dunia” dalam bidang Sains dan Teknologi.

Halal Science Laboratory di Faculty of Allied Health Science yang didirikan Winai Dahlan berkembang pesat. Laboratorium ini dilirik oleh ASEAN, sehingga berkembang menjadi Halal Science Training Center for ASEAN sejak tahun 1998. Pemerintah Thailand juga memberikan bantuan besar kepada lembaga tersebut. Maka dibuka Halal Center cabang di Pattani dan Chiang Mai. (aca).