Melalui TJSL, PLN resmikan Rumah Konservasi Penyu di Kabupaten Pinrang

Melalui TJSL, PLN resmikan Rumah Konservasi Penyu di Kabupaten Pinrang

PLN Terus berperan aktif dalam upaya menjaga Kelestarian penyu sebagai satwa dilindungi di perairan Sulawesi. Lebih dari 1.700 Tukik (anak penyu) telah berhasil menetas dan dilepas ke lautan

Makassar, Upeks–PT PLN (Persero) melalui Program TJSL nya berhasil meresmikan Rumah Konservasi Penyu “Sahabat Penyu Lowita” di Desa Wiringtasi Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Konservasi Penyu “Sahabat Penyu Lowita” digagas untuk menyelamatkan populasi Penyu Sisik dan Penyu Lekang yang statusnya saat ini Apendik 1 oleh lembaga masyarakat Lima Pemuda Pesisir pada tahun 2020, ungkap Rahmat HM salah satu penggagas berdirinya Rumah Konservasi.

Rahmat menambahkan bahwa peran Penyu sangat penting bagi ekosistem laut, khususnya terumbu karang. Terumbu karang ini akan memberikan efek domino yang cukup besar bagi ekosistem Ikan di sekitarnya, jika populasi ikan meningkat maka yang diuntungkan adalah Nelayan, tangkapan ikan mereka juga akan meningkat.

TJSL dari PLN ini mewujudkan harapan kami untuk membuka rumah konservasi yang didalamnya terdapat aktifitas edukasi dan penelitian terhadap keberadaan penyu, sehingga dapat meningkatkan kepedulian warga sekitar serta meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan tambahnya.

Hasrum dari Dinas Perikanan Kabupaten Pinrang menyambut positif langkah PLN yang turut andil dalam program konservasi ini, ia menjelaskan saat ini Penyu masuk kedalam status apendik 1, itu artinya penyu termasuk kedalam satwa yang dilindungi dan tidak dapat diperdagangkan secara komersil.

Konservasi Sahabat Penyu Lowita telah menyelamatkan setidaknya 150 sarang penyu dan berhasil melepas 1,500 ekor tukik (Anak Penyu) ke habitat alami mereka.

Manager PLN UPT Makassar – Muhammad Taufik A menjelaskan bahwa PLN Akan senantiasa mendukung program pelestarian Satwa di perairan Desa Wiringtasi Utamanya keberadaan penyu yang sudah mulai terancam punah karena terganggunya ekosistem laut, hal ini sejalan dengan tujuan global yakni pengembangan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

Semoga ini menjadi sinergi berkelanjutan PLN dalam kontribusinya terhadap pelestarian lingkungan.” tutupnya. (*)