Ilham Kadir Jelaskan Pembagian Daging Kurban Tidak Wajib

Ilham Kadir Jelaskan Pembagian Daging Kurban Tidak Wajib

ENREKANG,UPEKS.co.id— Agar masyarakat tak salah persepsi tentang berkurban dan pembagian daging kurban, Ustadz DR. Ilham Kadir, MA salah satu Pimpinan Baznas Enrekang memberikan ceramah subuh kepada Jamaah Masjid Nurul Amin, Batili, Enrekang.

Dosen Unimen ini menjelaskan berkurban adalah wajib bagi yang mampu. Namun pendapat Imam Syafi’i kurban adalah Sunnah Muakadah bagi yang mampu.

Bacaan Lainnya
 

“Tapi kalau saya ditanya saya akan mengatakan qurban itu adalah sunnah adalah fardhu kifayah jika dia mampu minimal wajib berqurban sekali dalam seumur hidupnya,” Ujar Ilham Kadir.

Dia juga menyampaikan jenis hewan qurban yang bisa dan bagus disembelih untuk berkurban adalah Onta, sapi, Kerbau, domba dan kambing minimal berumur 2 tahun.

Hewan yang akan disembeli untuk berqurban adalah hewan yang sehat, gemuk, bertanduk.

“Hewan yang tidak boleh diqurbankan adalah hewan buta sebelah matanya, pincang, sakit, dan kurus,” Ujarnya.

Selain itu, Ustadz Ilham Kadir juga memberikan edukasi kepada Jamaah Masjid bagaimana cara menyembelih hewan kurban. Bagaimana adab saat akan menyembelih hewan qurban.

Bahkan sampai ke pembagian daging qurban, Imam Masjid Nurut tijarah pasar sentral Enrekang ini mengatakan tidak ada aturan khusus tentang pembagian daging qurban.

Apakah daging qurban itu harus dibagi tiga, dibagi dua atau disimpan sebagian dan dimasak sebagian untuk disajikan kepada orang lain.

” Oleh karena itu ulama kita mengatakan tidak ada aturan khusus terkait dengan berapa dimakan dan berapa dibagikan dan berapa disimpan,” Ujarnya.

“Saya juga tidak mengatakan pembagian daging kurban itu bagian dari sahnya kurban. Pembagian daging qurban kepada orang lain, khususnya fakir dan miskin tidak wajib sebab esensi qurban bukan untuk bagi-bagi dagingnya, pendapat ini bersumber dari Imam Malik dan Imam Abu Hanifah dan diperkuat dengan dalil Alquran, Surah Al-Hajj ayat:37. (Sry)