Citilink Tunda Penerbangan Hingga Lima Jam, Anggota Komisi V DPR RI Minta Kemenhub Evaluasi

  • Whatsapp
Citilink Tunda Penerbangan Hingga Lima Jam, Anggota Komisi V DPR RI Minta Kemenhub Evaluasi

JAKARTA, UPEKS.co.id — Anggota Komisi V  DPR RI Muhammad Fauzi meminta Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengevaluasi kinerja maskapai Citilink karena pelayanannya tidak memuaskan.

Anggota fraksi Partai Golkar ini mengaku kecewa dengan pelayanan maskapai Citilink karena menunda penerbangan rute Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Hang Nadim, Batam kurang lebih lima jam. Sedianya pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG944 dijadwalkan lepas landas pukul 15.45 WIB, Jumat (1/7/2022).

Bacaan Lainnya

“Saya datang ke Bandara Soekarno Hatta, terminal 3 sekitar pukul 15.30 WIB, kemudian mendapat informasi keberangkatan ditunda sekitar 20 menit, kemudian ditunda lagi sampai pukul 17.30 WIB dan ternyata baru berangkat lebih dari pukul 8 malam,” ungkap Fauzi.

Fauzi mengatakan, informasi yang diberikan maskapai Citilink juga tidak jelas, khususnya terkait pintu untuk naik pesawat. Hal ini yang menyebabkan penumpang lainnya ikut protes dan sempat terjadi ketegangan antara penumpang dan petugas.

“Informasi dari pihak maskapai juga tidak jelas, sehingga penumpang bingung. Masalahnya kalau pengguna jasa terlambat saja lima menit tiket langsung hangus. Kalau maskapai yang terlambat lebih dari 1 jam pengguna jasa kadang tidak dapat apa-apa,” terangnya.

Fauzi sempat menelepon rekan kerjanya di Komisi V untuk menanyakan pelayanan maskapai Citilink. Tidak disangka, rekan yang diteleponnya mengamini bahwa maskapai Citilink sering mengalami keterlambatan penerbangan dengan rute Bandara Soekarno Hatta – Bandara Hang Nadim.

“Teman saya itu kaget juga kalau (keterlambatan penerbangan) sampai lima jam, ini sudah tidak beres,” ujarnya.

Masih kata Fauzi, pegawai Citilink baru memberikan selebaran kuisioner untuk diisi penumpang setelah dikomplain. Padahal sudah berjam-jam penumpang tidak mendapat layanan dan penjelasan yang memadai. Kuisioner tersebut hanya memberi pilihan kompensasi akibat keterlambatan penerbangan.

“Ada pilihan untuk memilih ganti rugi. Namun saya tidak tahu bagaimana mekanismenya, apakah ini berlaku bagi setiap keterlambatan penerbangan, atau
baru bergerak karena saya komplain,” tuturnya.

Atas dasar itu, Fauzi mengaku akan mendorong Menteri Budi mengevaluasi kinerja maskapai Citilink yang merupakan anak perusahaan PT Garuda Indonesia dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kalau kaya gini konsumen tidak nyaman, ini menjadi preseden yang kurang bagus. Apalagi kini Garuda baru keluar dari ruang ICU. Harusnya Garuda grup ini memperlihatkan layanan yang lebih baik lagi,” tegasnya.

“Saya akan evaluasi dan bawa dalam rapat kerja dengan Menteri, akan saya laporkan. Tidak hanya karena saya Anggota DPR, tapi saya ini konsumen langsung, harusnya hak saya juga terjamin seperti penumpang yang lain,” tandasnya.

Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi yang diberikan pihak Citilink atas masalah tersebut.(mah)