Setelah DPP, Giliran Ketua Golkar Takalar Tegaskan Solid ke TP dan Penolakan Mudaslub

  • Whatsapp
Setelah DPP, Giliran Ketua Golkar Takalar Tegaskan Solid ke TP dan Penolakan Mudaslub

TAKALAR, UPEKS.co.id – Kader Golkar Sulsel kembali menegaskan penolakan keinginan Wakil Nurdin Halid (NH) menggelar mudaslub untuk mengantikan Ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe (TP).

Kali ini datang dari Ketua DPD II Golkar Takalar, Zulkarnain Arief. Dirinya menegaskan, tidak ada argumen yang jelas hingga usulan mudaslub bisa digelar. Jika dipaksakan, Golkar Takalar siap terdepan menjaga Taufan Pawe.

Bacaan Lainnya

“Golkar Sulsel dan Takalar tegaskan tidak ada masalah. Jangan coba-coba masuki ranah itu (Mudaslub). Kau berhadapan dengan Takalar,” tegas Zulkarnaen kepada media.

Dirinya menegaskan, seluruh pengurus Golkar Sulsel dan Ketua DPD II solid mendukung Taufan Pawe.

“Kita ini semua solid kepada Pak TP, kepemimpinannya bagus. Diterima seluruh DPD II dan masyarakat. Apa lagi yang mau dipermasalahkan,” katanya.

Tak sampai disitu, solidnya Golkar Takalar kepada Taufan Pawe dibuktikan dengan menggelar rapat pleno. Rapat kali ini tergolong lengkap. Seluruh pengurus partai, fraksi, organisasi sayap, pendiri, dan didirikan hadir.

Diataranya pengurus Golkar, Anggota Fraksi Golkar DPRD Takalar, Dewan Pertimbangan, SOKSI, MKGR, KPPG, dan AMPG. Seluruh pengurus tingkatan hadir. Baik kabupaten hingga kecamatan.

“Rapat pleno yang dihadiri pengurus lengkap itu digelar pada Rabu kemarin (22 Juni 2022),” kata Ketua Golkar Takalar, Zulkarnain Arief.

Zulkarnain Arief menjelaskan, rapat pleno tersebut memutuskan empat poin. Diantaranya menginstruksikan kepada seluruh kader agar mensosialisasikan serta memenangkan Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto menjadi presiden Indonesia Tahun 2024.

“Pertama mengantarkan Bapak Airlangga Presiden Indonesia 2024, kedua menginstruksikan kepada seluruh kader agar mensosialisasikan serta memenangkan ketua Golkar Sulsel bapak Taufan Pawe sebagai gubernur Sulsel 2024,” tegasnya.

Politisi senior Partai Golkar berlatar belakang pengusaha ini melanjutkan, seluruh unsur Golkar Takalar mendukung kepemimpinan Taufan Pawe sebagai Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan.

“Keputusan keempat, kami tegaskan. Seluruh unsur Golkar Takalar mendukung sepenuhnya agar ketua DPD I Golkar Sulsel bapak Taufan Pawe melakukan revitalisasi pengurus DPD I Golkar Sulsel sesuai AD/ART Partai Golkar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Golkar, Sabil Rachman menuding, permintaan NH yang menginginkan Golkar Sulsel menggelar musyawarah daerah luar biasa (musdalub) hanya kepentingan personal semata.

Pasalnya, NH telah menyiapkan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) untuk menjadi Ketua Golkar Sulsel menggantikan Taufan Pawe.

“Saya kira sangat tendensius. Apalagi menyebut Musdalub yang diikuti penyebutan nama lain (IAS) secara subjektif. Berarti ada kepentingan personalitas,” kata Sabil kepada media.

Dirinya menjelaskan, tudingan tersebut bukan tanpa alasan. Dirinya melihat, Golkar Sulsel tidak memiliki gejolak yang fatal. Tetapi NH terus ngotot ingin menggantikan TP sebagai Ketua Golkar Sulsel yang sah.

“Ini bukan karena keresahan terhadap terganggunya nilai pengelolaan organisasi. Melainkan karena untuk menempatkan orang tertentu dalam kepemimpinan organisasi yang sedang berjalan,” tuding Sabil kembali.

Sabil membeberkan, saat ini tak ada masalah urgen sehingga Golkar Sulsel harus menggelar Mudaslub. Dirinya menilai, kepengurusan Golkar Sulsel yang dikomandoi Taufan Pawe sudah berjalan sebagaimana mestinya.

“Pertanyaan saya jika dikaitkan dengan apa yg disampaikan Pak NH, apakah sebegitu rusakkah nilai dan tata kelola Golkar Sulsel lalu kemudian harus Musdalub? Menurut saya tidak sejauh itulah. Karena itu izinkan saya untuk kali ini berbeda dengan senior saya pak NH,” katanya.

Sabil Rachman kembali menegaskan, kepengurusan Golkar Sulsel dibawah kepemimpinan Taufan Pawe sudah berjalan positif. Meskipun tidak sempurna, lanjutnya, tetapi tidak ada pelanggaran yang berakibat harus Musdalub. Sebagaimana pentunjuk AD/ART serta peraturan organisasi Partai Golkar.

“Sependek dan sedangkal yang saya ketahui, maka tidak ada atau belum ada satupun alasan untuk melaksanakan Musdalub Golkar Sulsel. Saya harus pastikan bahwa untuk poin ini bacaan saya berbeda dengan siapapun termasuk senior yang sangat saya hormati pak NH,” pungkasnya.(#)