Program Padat Karya Depo Kereta Api Libatkan 45 Pekerja Lokal

  • Whatsapp
Program Padat Karya Depo Kereta Api Libatkan 45 Pekerja Lokal

MAROS,UPEKS.co.id— Anggota DPR RI komisi V, Muhammad Aras menggagas program padat karya pada Balai Perkeretaapian Sabtu (25/6/2022). Politisi Partai Persatuan Pembangunan itu meninjau program padat karya prasarana perkeretaapian di Kelurahan Pallantikang Kecamatan Maros Baru.

Aras mengatakan program padat karya menjadi salah satu program prioritas nasional tahun ini yang tengah digenjot pemerintah karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Dan untuk memfungsikan masyarakat sekitar, jadi bukan hanya masyarakat luas yang menikmaati tapi juga masyarakat lokal sekitar rel kereta,” katanya.

Sebanyak 45 pekerja terlibat dalam program padat karya tersebut selama enam hari. “Pekerjaan padat karya ini sekaligus untuk membantu ekonomi warga setempat, karena, semua yang telah dibangun harus dirawat,” bebernya.

Penyelenggaraan program padat karya di sektor transportasi berupa pemeliharaan Depo.

“Kita menggunakan masyarakat lokal karena kedepannya kan mereka yang akan menjaga depo ini 24 jam, jadi mereka juga harus rasakan manfaatnya,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Balai Perkeretaapian Sulsel, Ammana Gappa, mengatakan saat ini progres untuk Kereta api rute Maros-Barru telah 90 persen.

“Kita targetkan bulan Oktober kereta api rute Maros-Barru ditarget beroperasi pada Oktober,” ujarnya.

Bulan Oktober jalur tersebut sudah dapat melayani angkutan KA penumpang perintis dengan tujuan Stasiun Maros ke Stasiun Barru pulang-pergi.

Selain sebagai angkutan perintis, KA Maros-Barru juga akan difungsikan sebagai kereta wisata.

Nantinya, kereta tersebut akan menuju sejumlah objek wisata yang potensial di Sulawesi Selatan (Sulsel). Beberapa kawasan wisata tersebut seperti di daerah Kabupaten Barru dan desa wisata Rammang-Rammang.

Pembebasan lahan yang terus jadi masalah sejak 2015 diklaim sudah tuntas.

“Warga Maros itu mendukung, saat ini kendala juga sudah tidak ada tinggal pengambilan dananya saja,” tutupnya. (***)