Jakarta, Upeks.co.id— Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Prof. Dr. H. Moh. Isom, M.Ag, membuka kegiatan Pelatihan Program Dukungan Gizi Bagi Remaja Di Madrasah.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 6 – 11 Juni 2022 diinisiasi oleh Direktorat KSKK dan UNICEF merupakan salah satu dari sejumlah rangkaian program kerjasama antar dua belah pihak.
Salah satu poin yang menjadi konsen yakni mengembangkan pedoman, modeling gisi MI/SD, peningkatan kapasitas serta intervesni di sekolah/madrasah serta memonitoring.
“Program ini memberikan apresiasi besar atas terjalinnya kerjasama dengan Uicef tersebut dalam bidang dukungan gizi, serta diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam perbaikan gizi remaja khususnya siswa madrasah, “ungkapnya.
Dikatakan Prof. Ishom, bahwa paling tidak sebanyak 8 persen remaja usia rentang 13-18 tahun mengalami asupan gizi yang tidak berkecukupan. 25 persen lainnya mengalami stunting dan sekira 15 persen kelebihan berat badan alias obesitas.
“Terlebih lagi sebanyak 32% remaja putra dan putri mengalami anemia. Selain itu, 20% anak usia sekolah (5-12 tahun) mengalami kelebihan berat badan atau obesitas,” kata Isom.
Sebagaimana untuk diketahui, bahwa pada Tahun 2022 Kementerian Agama melalui dukungan Unicef Indonesia. Kerjasama tersebut mampunyai target 40 kabupaten kota / kabupaten di 8 provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, NTB, NTT, Sulawesi Selatan dan Papua.
Sedangkan dalam hal intervensi gizi remaja, hal ini menyasar Tim Pembina UKS/M di tingkat Propinsi/Kota/Kabupaten, Tim Pelaksana UKS/M di tingkat MTs dan MA dan siswa madrasah sebagai sasaran utama untuk mendapatkan pendidikan gizi yang komprehensif, mengkonsumsi tablet tambah darah dan ikut terlibat sebagai kader kesehatan madrasah dalam pembinaan lingkungan madrasah sehat.
Tim Pembina UKS Madrasah di tingkat kota/kabupaten harus terlibat dalam kesempatan itu agar semua informasi yang diserap pada saat pelatihan mampu diimplementasikan di lingkungan Madrasah kepada guru, tenaga pendidik dan siswa.
“Sehingga atmosfir lingkungan sekolah sehat bisa cepat diwujudkan dan mengentaskan permasalahan gizi buruk di lingkungan sekolah atau Madrasah,” terang Guru Besar IAIN Ternate ini.(rls)

