Pemilihan Calon Rektor USN Menunggu Hasil Assesmen Kemendikti

  • Whatsapp
Pemilihan Calon Rektor USN Menunggu Hasil Assesmen Kemendikti

KOLAKA,UPEKS.co.id— Ketua Panitia Pemilihan Calon Rektor Universitas Sembilan Belas Nopember (USN) tahap kedua menunggu hasil assesmen dari Kemenristek Dikti pusat.

Hal itu diungkapkan Yahyanto, Ketua Panitia Pemilihan Rektor USN dikonfirmasi wartawan di ruang Auditorium USN Jumat (24/6/22) usai mengikuti pemilihan calon Rektor USN tahap pertama.

Bacaan Lainnya

Yahyanto menjelaskan bahwa, sidang terbuka yang dipimpin Ketua Senat USN Dr Yuli Purbaningsih yang digelar di auditorium kampus USN, dan dihadiri seluruh anggota senat, panitia, dan perwakilan Kemenristek Dikti. 

“Ada 4 orang bakal calon yang diberi kesempatan untuk memaparkan visi-misi dan program kerja. Sebelum sidang tertutup digelar, Ketua Senat Yuli Purbaningsih terlebih dahulu menyampaikan susunan jadwal acara,” jelasnya.

Pada sidang tertutup kata Yahyanto mengagendakan pemilihan bakal calon untuk lolos 3 besar itu, 20 suara dinyatakan sah, dan 1 suara dinyatakan batal.

Wakil Rektor USN Kolaka Prof Ruslin Hadanu sebagai peserta nomor urut 2 mengantongi 15 suara dan disusul calon nomor urut 3 Dr.Nur Ihsan dengan perolehan 5 suara. Sementara 2 calon lainnya yakni Dr.Jabal Nur, dan Dr. Rosnawintang tidak memperoleh satu pun suara. 

Berdasarkan tatib pemilihan kata bila pemilihan diikuti 4 calon dan ada 2 peserta memiliki suara sama, maka kedua calon itu akan “diadu” lagi untuk mendapatkan suara tertinggi agar bisa lolos 3 besar bersama 2 peserta sebelumnya. Pada pemungutan suara tahap kedua Jabal Nur terpilih untuk lolos dalam 3 besar setelah mengantongi 16 suara.

Sementara Rosnawintang tereminalisasi karena hanya mendapatkan dukungan 4 suara, dan 1 suara lainnya dinyatakan abstain.

“Jadi hasil pemungutan suara yang meloloskan 3 nama bakal calon akan disampaikan ke Kementerian Ristek Dikti untuk proses pemilihan tahap kedua guna menentukan rektor terpilih. Dan 3 bakal calon itu selanjutnya dilakukan assesmen,” kata Yahyanto.

Sementara Rektor USN Kolaka Dr. Azhari mengaku bersyukur atas berjalannya pemilihan rektor tahap pertama yang berjalan dengan baik serta mencerminkan kedewasaan seluruh peserta.

” Alhamdulillah pemilihan tahap pertama berlangsung tenang. Ini membuktikan kita semua dewasa. Kita lihat, tidak ada hal-hal yang berlebihan dimana semua menunjukkan kematangan walaupun disini rata-rata usia muda,” kata Azhari.

Untuk diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Nomor 19 Tahun 2017 dan Nomor 21 Tahun 2018, tiga nama bakal calon yang lolos pemilihan tahap pertama akan diajukan ke kementerian. Selanjutnya menteri akan melakukan penelusuran rekam jejak. 

“Apabila terdapat calon rektor yang memiliki rekam jejak tidak baik, maka dilakukan proses penjaringan ulang atau penyaringan ulang,” ujarnya.

Dalam pemilihan tersebut, menteri memiliki hak suara sebesar 35 persen sementara senat memiliki hak sebesar 65 persen. Jika dua calon memiliki suara tertinggi dengan jumlah yang sama, maka akan dilakukan pemilihan putaran kedua.

“Jika jumlah suara pada putaran kedua masih sama, maka Menteri yang akan memutuskan calon rektor terpilih,” kata Azhari. (pil)