Mei 2022 Kolaka Terbaik di Sultra Turunkan Stunting 

  • Whatsapp
Mei 2022 Kolaka Terbaik di Sultra Turunkan Stunting 

KOLAKA, UPEKS.CO.ID — Pada Mei 2022 Kabupaten Kolaka terbaik se Sulawesi Tenggara(Sultra) dalam menurunkan angka penyakit Stunting. Hal itu diungkapkan Bupati Kolaka H Ahmad Safei saat membuka rembuk stunting pada (28/6/22) disalah satu hotel di Kolaka.

Dalam kesempatan itu Bupati Safei mengungkapkan bahwa rembuk stunting adalah langkah penting dilakukan untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan pencegahan dan penurunan Stunting, perlu dilakukan bersama-sama antara Organisasi Perangkat Daerah(OPD) penanggungjawab layanan sektor/lembaga masyarakat non pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Kepada seluruh tim koordinasi pencegahan dan penurunan Stunting yang telah bekerja keras secara konvergensi sehingga pada evaluasi penilaian kinerja Stunting tahun 2021 yang dilaksanakan pada akhir Mei 2022 lalu Kabupaten Kolaka mendapatkan nilai terbaik se Sultra,”ungkap Bupati.

Lanjutnya bahwa Pemda Kolaka berkomitmen menurunkan Stunting di Bumi Mekongga, sehingga melalui pertemuan ini bisa lahir suatu komitmen bersama dari semua pihak.

“Dan atas nama pemerintah, saya mengharapkan semoga rembuk stunting ini dapat berjalan dengan baik dan semua kesepakatan yang dicapai dapat dilaksanakan dengan baik. Sehingga semangat mempertahankan prestasi pencapaian target penurunan Stunting secara nasional sebesar 14% di tahun 2024 mendatang benar-benar terwujud,”harapnya.

Lanjut Safei masalah Stunting merupakan agenda pembangunan nasional dan sejak tahun 2018 Kab Kolaka menjadi salah satu Kabupaten prioritas dalam melakukan penanganan Stunting dari 160 Kabupaten/Kota

Bupati menguraikan bahwa secara nasional prevalensi Stunting mengalami penurunan dari 37,2% menjadi 30,8% demikian pula di tingkat Kabupaten berdasarkan survei status gizi balita Indonesia tahun 2021 Kabupaten Kolaka mengalami penurunan dari 36,01% tahun 2019 menjadi 26,5% di tahun 202.

Meskipun terjadi penurunan kata Safei bahwa batasan prevalensi Stunting menurut WHO adalah ambang batas 20%, sedangkan target nasional tahun 2024 adalah 14%.

“Berarti kita perlu menurunkan prevalensi Stunting rata-rata 6,25% pertahunnya,”ujar Safei.

Stunting tidak hanya mengakibatkan pertumbuhan anak terhambat tetapi juga berkaitan erat dengan perkembangan otak yang kurang maksimal. Sehingga kemampuan enak belajar dibawah raya-raya dan pada akhirnya menyebabkan prestasi di sekolah menurun. Untuk itu Stunting sesegera diatasi dengan bersama-sama melakukan konvergensi, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa, lembaga donor, swasta, keluarga dan masyarakat.

Pencegahan dan penanganan stunting terutama dimulai dari seribu Hari Pertama Kehidupan(HPK), maka perlu memberi perhatian khusus kepada ini hamil dan bayi bawah dua tahun(baduta) melalui intervensi spesifik maupun intervensi sensitif.

“Saya tegaskan kepada semua Camat agar senantiasa memberikan perhatian kepada Kades, Lurah di wilayahnya kerjanya masing-masing sehingga intervensi percepatan penurunan Stunting dipatikan terlaksana dengan baik,”tegas Bupati.

Acara dihadiri Ketua DPRD Kolaka H Syaifullah Halik, Kepala Kantor Kemenag Kolaka, Ketua Tim Penggerak PKK, Jajaran Kepala SKPD Pemda Kolaka, Direktur RSBG dr Rafi, GM Antam Kolaka, para Kepala Puskesmas, Camat, Kades, Lurah, Tim ahli pendamping desa, akademisi, dan pers.(pil)