Badan Promosi Patok Sewa Stand Rp1 Juta, Pedagang UMKM di Pra Penas Merugi

  • Whatsapp
Badan Promosi Patok Sewa Stand Rp1 Juta, Pedagang UMKM di Pra Penas Merugi

MAROS,UPEKS.co.id— Pra Penas sudah selesai digelar. Tapi dibalik suksesnya event nasional  itu terdapat permasalahan yang menjadi perhatian, lantaran pihak-pihak yang mengambil bagian seperti pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)yang merugi akibat dagangannya tidak laku. Tak hanya itu, keberadaan Badan Promosi yang bertindak selaku penanggung jawab dipertanyakan pasalnya tidak ada korelasi promosi pariwisata dengan pengelolaan tenant di area pra penas.

Tingginya biasa sewa stand menambah derita pedagang. Salah satu pedagang yang ada di Lapangan Pallantikang mengatakan keuntungan yang ia dapat tak seperti yang ia bayangkan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Sewa stand saya harganya Rp 1 juta, saya bertahan berjualan hingga sore berharap masih bisa dapat pembeli,” ujarnya Senin (27/6/2022).

Ia juga mengaku kebanyak yang membeli dagangannya hanya masyarakat lokal. “Kalaupun untung, paling untung sedikit,” ujarnya.

Sementra itu, salah satu pedagang di Alun – alun Bank Sulselbar yang enggan disebutkan namanya mengaku mengalami kerugian.

“Dari hari pertama sampai hari terakhir saya cuman dapat Rp 300 Ribu saja,” ujarnya. Ia mengatakan menyewa dua stand dengan harga Rp 600 Ribu.

“Saya sewa dua stand, satu stand itu harganya Rp 300 Ribu jadi totalnya Rp 600 Ribu, tapi tiap harinya saya cuma dapat Rp 100 Ribu, sampai hari terakhir saya belum balik modal,” katanya. Ia mengeluh lantaran jalan di Bougenvilee yang merupakan akses dari lapangan Pallantikang menuju alun-alun ditutup.

“Saat kedatangan menteri jalan ditutup, sampai hari terakhir peserta Pra Penas yang  datang kurang dari 10 orang,” ujarnya.

Makanya ia meminta panitia untuk mengembalikan separuh biaya dari sewa stand tersebut. “Untuk sewa mobil saja Rp 150 unutk sewa barang – barang jualan kami untuk pulang,” bebernya.

Sedangkan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Maros,  Irfan Asyhari mengatakan untuk stand yang ada di Lapangan Pallantikang tidak dikenakan biaya retribusi melainkan hanya uang urunan.

“Yang di Lapangan Pallantikang itu tidak berbayar, hanya urunan karena banyak hal yang perlu dibiayai, misalnya renovasi infrastruktur tenant, untuk tata nama, serta pemasangan instalasi listrik,” bebernya.

Sementara untuk stand yang ada di Alun-  alun Bank Sulselbar ia mengatakan dikelola oleh asosiasi UMKM dan pedagang Pasar Tramo.

“Tadinya dari badan promosi yang mau kelola, tapi semua alatnya dari asosiasi pedagang pasar,” ucapnya. Ia juga mengatakan Pemda Maros tidak terlibat dalam pendanaan tersebut

Lebih lanjut, Irfan mengatakan dengan uang urunan tersebut pihaknya ingin kondisi stand bisa lebih baik dan seimbang dengan stand dari pusat.

“Kita mau juga samakan dengan kondisi stand yang di pusat, stand pusat itu stand yang mewah, makanya kita mau menyesuaikan, stand pusat itu 20 juta per stand, jika di komersialkan bisa saja kami kenakan Rp10 juta untuk para pemilik UMKM di Maros, tapikan tujuan kami ini untuk semangatkan kembali UMKM Maros,” jelasnya.

Ia mengatakan Badan Promosi mengambil bagian dalam event ini karena dasarnya badan promosi bertugas untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang sifatnya mendatangkan kujungan ke Maros.

“Harus mengambil bagian statergis untuk melayani tamu yang datang ke Maros,” ucapnya. Terkait, pedagang yang sepi pembeli di Alun – alun Bank Sulselbar ia mengaku itu semua diluar kendali.

“Kami telah berusaha sebaik mungkin, agendanya memang pembukaan Pra Penas telah selasai pada jam 14.00 Wita, tapi kan pak menteri datang pukul 16.00,” tutupnya. (***)