Arfan Basmin, Tokoh Muda Luwu Didaulat Ketua MPO Apdesi Sulsel di Musdalub

  • Whatsapp
Arfan Basmin, Tokoh Muda Luwu Didaulat Ketua MPO Apdesi Sulsel di Musdalub

Luwu,Upeks.co.id— Nama Andi Muhammad Arfan Basmin, SH., melejit di musyawarah luar biasa (musdalub) asosiasi pemerintah desa seluruh indonesia (Apdesi) setelah disebut berhasil menyatukan kepala desa se-Sulawesi Selatan. Untuk diketahui, jumlah kepala desa di Sulawesi Selatan sebanyak 2.255 orang.

Para kepala desa di Sulawesi Selatan, berdasarkan hasil Musdalub Apdesi Sulsel mengokohkan Arfan Basmin, SH untuk didaulat menjadi ketua MPO Apdesi Sulawesi selatan pada Rabu, (29/6) sore di hotel Almadera, Kota Makassar.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, putra ketiga Bupati Luwu, Basmin Mattayang, tersebut belum cukup dikenal publik, 2 tahun terakhir dirinya fokus membangun desa Senga Selatan. 

Kendati demikian, jiwa kepemimpinannya mulai terlihat kala menjabat sebagai kepala desa. Terbukti, selama menjabat kepala desa, Senga Selatan mendapatkan segudang prestasi, mengharumkan nama Luwu pada kompetisi desa. Baik skala provinsi, hingga pada tingkat nasional. 

Di tahun 2020, ia mendapatkan penghargaan dari Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat, Kementrian Kesehatan RI, sebagai Desa Terbaik yang menerapkan SBS/ODF. Dan di tahun 2021, menjadi figur mempresentasikan kinerja layanan Keterbukaan informasi publik dan mendapatkan predikat tertinggi di SULSEL itu Predikat DESA “INFORMATIF” Se Sulawesi Selatan di ajang monitoring dan evaluasi pemeringkatan keterbukaan informasi badan publik desa tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021. 

Meski kini menduduki kursi komisi I DPRD Kabupaten Luwu, hingga priode 2024 nanti, namun pemilik tagline ‘anak muda bekerja’ ini masih menampakkan kecintaannya dalam membangun desa. Menurutnya hal utama yang perlu diperhatikan dalam membangun desa adalah kepala desa. Kepala desa mesti mendapatakan pembinaan dan perlindungan hukum, sehingga tidak mudah tersandung persoalan hukum. Hal itu menurut Arfan bisa dihadirkan di Apdesi dan semua organisasi kepala desa serta aparat desa.

“Karena saya ini mantan kepala desa, apa yang saya lakukan di desa saya adalah kajian ilmiah, saya merasakan bagaimana sulitnya menjadi seorang kepala desa dengan tekanan yang mereka dapatkan, nah harusnya wadah Apdesi ini menjadi payung bagi teman-teman dpc di Sulsel. Namanya payung berupaya untuk melindungi,” kata Arfan usai menghadiri Musdalub. 

“Pertama-tama terima kasih atas undangan teman-teman panitia serta para tokoh desa di 12 kabupaten. Kami berharap kepala desa aktif punya ruang untuk memimpin, meskipun ketua Apdesi Sulsel adalah Kepala Desa dan  saya sekarang sebagai anggota DPRD saya tetap harus hormat dan patuh karena masih punya tanggung jawab jabatan kepala Apdesi Luwu hingga tahun 2025,” tambahnya.

Arfan melanjutkan, sudah waktunya kolaborasi, bukan jalan sendiri-sendiri, begitu banyak organisasi kepala desa yang ada di republik ini , belum ada yang memikirkan untuk menyatukan persepsi kepala desa se-Sulawesi Selatan Papdesi, ada Apdesi, ada PPDI, PABPDSI. 

“Ayomi kita semua satukan persepsi, pandangan dan sama-sama saling membantu satu organisasi dengan organisasi lainnya. Banyak organisasi kepala desa dan aparat desa Yang didalamnya ada harapan yang mereka titipkan dalam wadah organisasi. BERSATUKI WALAU BEDA KAPAL TUJUANNYA AKAN TETAP SAMA,” tegas Arfan. (***)