Terdapat Luka Lebam, TO Narkoba Meninggal Dalam Perjalanan ke RS

Terdapat Luka Lebam, TO Narkoba Meninggal Dalam Perjalanan ke RS

MAKASSAR,UPEKS.co.idSatuan Narkoba Polrestabes Makassar, melakukan penangkapan terhadap terduga bandar narkoba di Jl Rappokalling, Minggu (15/5/22) sekira pukul 03.00 WITA.

Menurut Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Dolly M Tanjung, penangkapan terhadap Muh Arfandi Ardiansyah (18) warga Kandea dilakukan Tim Opsnal lapangan Satuan Narkoba Polrestabes Makassar.

Bacaan Lainnya

“Pelaku ditangkap pada saat transaksi narkoba. Pelaku merupakan Target Operasi (TO) dan sudah meresahkan masyarakat dan itu juga berdasarkan laporan masyarakat. Palaku pemain baru,” kata Dolly.

Tersangka jelas Dolly, saat ditangkap ditemukan membawa barang bukti kurang lebih 2 Gram sabu dengan uang Rp200 ribu dan handphone. Tersangka juga urinenya dinyatakan positif. 

Menurut Dolly, dari beberapa kronologi di lapangan setelah diamankan dan dilakukan pengembangan, sempat pelaku melakukan perlawanan. Namun untuk tindakan di lapangan, anggota mengamankan pelaku untuk dilakukan pengembangan.

“Hal itu dilakukan sebagaimana tindakan kita untuk menertibkan atau mengantisipasi terjadinya peredaran narkotika di wilayah hukum Polrestabes Makassar,” jelas Dolly.

Dolly membeberkan, pelaku merupakan bandar narkoba dan pada saat dibawa ke posko untuk pengembangan, dia sesak nafas. Dokkes juga telah melakukan tindakan kepolisian. Karena pada saat itu, Dokkes menyatakan pelaku meninggal dalam perjalanan saat menuju rumah sakit.

“Namun, saat ini kita masih menyelidiki rekam jejak riwayat penyakit yang ada pada almarhum itu,” beber Dolly saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Minggu (15/5/22) malam.

Terkait adanya beberapa luka lebam di tubuh pelaku, menurut Dolly masih dalam pemeriksaan Dokkes. Karena memar dan lebam itu adalah Dokter Kesehatan yang menentukan hasilnya.

Saat ini lanjut Dolly, alhmarhum telah dibawa ke rumah duka dan telah diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman. Namun pihaknya mengaku tetap kawal sampai proses pemakaman.

Saat ditanyakan terkait sempat ada protes dari pihak keluarga, Dolly mengaku sudah dikoordinasikan ke pihak keluarga dan memberikan penjelasan.

“Kita sudah berikan penjelasan pada saat selesainya pelaksanaan visum yang dilaksanakan oleh Dokkes, karena penjelasan ini yang dapat memberikan saksi ahli yaitu dokter kepolisian,” tutupnya. (Jay)