Kecelakaan Saat Wakili Enrekang, Pambalap Rayhan, Belum Ada Perhatian Pemkab

Kecelakaan Saat Wakili Enrekang, Pambalap Rayhan, Belum Ada Perhatian Pemkab

ENREKANG, UPEKS.co.id — Salah seorang pembalap asal Kabupaten Enrekang, Rayhan Al Hafizt (16) kini terpaksa harus berjalan dengan bantuan dua tongkat dikanan kiri ketiaknya. Putra bungsu ibu Hamsina Maming ini sudah sekitar 3 bulan menjalani rutinitasnya ditemani dua buah tongkat pasca mengalami kecelakaan di arena Sirkuit Karaeng Mallombasang, Kabupaten Pangkep bulan Februari 2022 lalu.

Menurut penjelasan Hamsina Maming, Rayhan mengikuti Road race kelas bebek 4 Tak mewakili Kabupaten Enrekang pada ajang Praporprov bersama beberapa peserta lainnya.

Bacaan Lainnya
 

Namun malang tak dapat dicegah, Rayhan yang masih duduk di bangku kelas 1 SMK PGRI Enrekang terjatuh dan terlindas motor pembalap lainnya sehingga harus digotong keluar arena balap karena mengalami cidera.

Oleh ibunya, Rayhan dibawa pulang ke Enrekang saat itu juga dan dirawat di RSUD Maspul selama sepekan. Karena terbentur biaya Rayhan keluar paksa dari rumah sakit karena ternyata pengobatannya tak ditanggung BPJS.

Kecelakaan Saat Wakili Enrekang, Pambalap Rayhan, Belum Ada Perhatian Pemkab

” Selama di Rumah Sakit perawatan anak saya berlaku umum, karena menurut penjelasan pihak RSUD kecelakaan di arena balapan tidak ditanggung BPJS”. Papar Hamsina

Karena bingung tak ada biaya dan takut jika biaya pengobatan anaknya semakin membengkak apalagi tak ada kejelasan dari pihak Manager menyangkut bantuan pengobatan terpaksa Rayhan keluar dari rumah sakit meski biayanya belum dibayar.

” Untung ada salah satu anggota DPRD Enrekang beserta istrinya yang membantu saya menghubungi Baznas dan Alhamdulillah Baznas yang menyelesaikan biaya pengobatan anak saya selama satu Minggu di RS sekitar Rp 8 juta lebih”. Tambahnya.

Dia mengatakan anaknya hingga saat ini masih terus berobat jalan karena oleh dokter Rayhan dinyatakan patah selangkang paha kirinya dan belum dilakukan operasi karena terbentur biaya.

” Dokter menganjurkan untuk segera di operasi apalagi setiap bergerak anak saya selalu kesakitan. Saya sekarang masih terus bolak balik Makassar untuk kontrol anak saya di dokter ahli tulang disamping juga mencari pengobatan alternatif dan itu sangat membutuhkan biaya”. Ujarnya.

Sebagai seorang single Parent, tentu dia merasa sangat kesulitan apalagi hingga saat ini Pemkab Enrekang maupun KONI Enrekang belum turun tangan memberikan support kepada Rayhan yang terancam cacat seumur hidup.

Terpisah, Armin Tanjung selaku Manager mengatakan Rayhan terjatuh  pada pertandingan kelas umum standar bebek 2 tak, dan saat itu pertandingan mewakili Kabupaten Enrekang telah selesai.

” Jadi dia terjatuh saat mengikuti kelas umum. Bukan saat mewakili Kabupaten Enrekang”. Kata Armin dari balik telepon.

Bahkan dirinya mengatakan, saat Rayhan akan mengikuti road race kelas umum dia tidak setuju karena melihat kondisi motor yang digunakan juga memprihatikan.

” Kemarin acara Praporprov itu berlangsung 2 hari, terus waktu kejadian itu sudah kelas umum, sudah diluar acara Pemda. Kalau umumnya kan pribadi”. Ujar Armin.

” Kan kemarin itu saya kan larang. Sebagai Managernya saya tidak setuju maksudnya saya tidak tanggung kalau kelas umumnya tapi mereka ngotot. Lagian yang dia gunakan bukan motornya Pemda, tapi motor dia sendiri yang kondisinya memprihatikan”. Ujar Armin.

Sebegai Manager, Armin juga sudah menyampaikan kepada Ketua KONI untuk dibantu. Namun menurut Armin anggaran KONI untuk tahun 2021sudah habis.

” Dana KONI sekarang kan kosong. Kemarin semua cabang olahraga terselenggarakan pada Praporprov. Jadi kita tunggu anggaran KONI untuk tahun ini”. Katanya.

Armin mengatakan dia juga punya keterbatasan, apalah dayanya sebagai Manager. Untuk itu dia kembalikan ke Pemda untuk memberikan perhatian kepada korban.

Orang tua Rayhan berharap Pemkab tergugah Nuraninya untuk membantu Rayhan yang berangkat dari Rumahnya mempertaruhkan nyawanya di arena balap membawa nama Kabupaten Enrekang, karena hingga saat ini tak satupun dari pihak terkait yang mengunjungi kediaman Rayhan meski sekedar bertanya kondisinya saat ini.

” Nyawa anakku dipertaruhkan untuk nama Kabupaten Enrekang, semua seolah tutup mata padahal se Enrekang tau kalau anak saya mengalami kecelakaan di arena balap”. Pungkas Hamsina.

Kadispopar Enrekang, A. Faisal mengakui selama ini pihaknya tidak mendapatkan informasi jika ada salah satu pembalap Enrekang yang mengalami kecelakaan.

Kepada Upeks dia mengatakan tetap akan memperhatikan dan membantu Rayhan sesuai kemampuan yang ada.

” Insyaallah akan tetap kami bantu, karena sebenarnya kejadian ini sama sekali kita tidak tau. Tidak ada yang kasih kita informasi kalau ada peserta yang kecelakaan”. Ujar Faisal.

Sementara Ketua KONI Enrekang, Furqan MB saat di hubungi Upeks belum mengangkat teleponnya.(Sry)