Kasus Penganiayaan Penjual Martabak Berakhir Damai

  • Whatsapp
Kasus Penganiayaan Penjual Martabak Berakhir Damai

Barru,Upeks.co.id— Penganiayaan terhadap penjual martabak Takkalasi, Barru akhirnya berujung damai. Sejumlah tokoh masyarakat dan pihak pelaku dan korban duduk bersama atas media pihak kepolisian Polres Barru.

Kejadian bermula pada hari Senin tanggal 9 Mei 2022 sekitar Pukul 19. 30 Wita bertempat di Takkalasi Kel. Takkalasi Kec. Balusu Kab Barru.

Bacaan Lainnya

Dimana Lk. Rianda, umur 21 tahun, Mahasiswa, alamat Takkalasi Kel. Takkalasi Kec. Balusu Kab. Barru bersama Lk. Suardi, umur 40 tahun, pekerjaan Swasta, alamat Takkalasi Kel. Takkalasi Kec. Balusu Kab.Barru, datang ke penjual martabak dalam keadaan mabuk untuk membeli martabak.

“Karena kelamaan mengantri, Lk. Rianda dan Lk. Suardi marah-marah dan langsung menggebrak gerobak martabak milik Lk. Ahmad Fauzan, 19 tahun, pekerjaan pedagang martabak, suku Jawa, alamat Takkalasi Kel. Takkalasi Kec. Balusu Kab. Barru dan Lk. Syahnizar, umur 22 tahun, pekerjaan pedagang martabak, suku Jawa, alamat Takkalasi Kel. Takkalasi Kec. Balusu Kab. Barru,” kata Kasi Humas Polres Barru, AKP Patahuddin.

Lanjut nya, penjual martabak Tak terima gerobaknya di gebrak, Lk. Ahmad Fauzan dan Lk. Syahnizar menyiram Lk. Riandi dan Lk. Suardi dengan adonan martabak sehingga terjadi perkelahian, selanjutnya Lk. Riandi dan Lk. Suardi memanggil teman-temannya dan melakukan pengeroyokan terhadap kedua pedagang martabak tersebut, akibat kejadian tersebut kedua pedagang martabak mengalami luka lebam di tangan, kaki, dan dada.

“Selanjutnya sekitar Pukul 21.00 Wita, ayah dari Lk. Suardi An. Lk. A. Iskandar, umur 64 tahun, pekerjaan Swasta, alamat Takkalasi Kel. Takkalasi Kec. Balusu Kab. Barru, datang ke TKP dan mencari pedagang martabak tersebut, sambil marah-marah, dan menganiayanya,” ujarnya

Kapolres Barru, AKBP Yudha mengatakan bahwa kedua belah pihak, tokoh masyarakat telah didudukkan bersama dan sepakat untuk berdamai.

 “Masalah ini sudah diselesaikan antara kedua belah pihak dibantu tokoh masyarakat setempat dengan jalan berdamai,” jelas Yudha. (Ama)