Banyak Dikeluhkan Soal Biaya Darah, Deng Ical: Rp335 Ribu Itu Bukan Harga Jualnya, Tapi Itu Biaya Pengolahan Darah

Banyak Dikeluhkan Soal Biaya Darah, Deng Ical: Rp335 Ribu Itu Bukan Harga Jualnya, Tapi Itu Biaya Pengolahan Darah

Makassar,Upeks.co.id— Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar resmi membuka gerai donor darah, di Mall Nipah, Senin (16/05/2022).

Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal MI, didampingi Sekertaris PMI Makassar Abdul Gafur, Duta PMI Makassar Fadli Padi, Kepala UTD PMI dr Sukma, Wakil Kepala UTD PMI Makassar Khudry Arsyad, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Andi Fauzi Wawo yang juga anggota DPRD Provinsi Sulsel dan Manager Nipah office & shopping centre Deasy Rostianti.

Bacaan Lainnya
 

Dengan diresmikannya gerai donor darah ini, maka saat ini PMI Makassar sudah memiliki tiga gerai donor, dua itu berada di Mall Ratu Indah dan kampus Unhas.

Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal MI, menyampaikan terimakasih kepada pihak manajemen nipah mall yang telah banyak membantu PMI sehingga gerai donor darah ini bisa hadir.

“Berkat rujukan nipah mall dan semangat mendekatkan pelayanan, sehingga hari ini gerai donor darah PMI Kota Makassar resmi beroperasi,” ucapnya.

Untuk itu, kehadiran gerai donor darah ini diharapkan bisa memberikan solusi atas kebutuhan darah yang kian meningkat.

“Semoga dengan adanya gerai donor darah ini masyarakat lebih tergerak dan lebih peduli terhadap sesama, sehingga PMI bisa memenuhi permintaan rumah sakit atau pasien,” tutur Deng Ical sapaan akrab Ketua PMI Makassar.

Dia juga mengaku, PMI Makassar tidak hanya melayani permintaan kantong darah di wilayah Makassar tapi juga melayani di luar wilayah Makassar.

“Karna UTD PMI Makassar itu adalah koordinator regional V untuk wilayah Indonesia Timur. Jadi bukan hanya di Makassar, bahkan kemarin kita juga kirim ke Timika 120 kantong, dan itu tiap bulan,” kata Deng Ical sapaan Ketua PMI Makassar ini.

Dalam kesempatan ini juga, Wakil Wali Kota Makassar priode 2014 – 2019 ini menegaskan, bahwa biaya 335 ribu yang dibebankan kepada penerima kantong darah itu bukan harga jual darahnya, tetapi itu adalah biaya pengganti proses pengolahan darah (BPPD).

Menurutnya, angka tersebut merupakan pengganti biaya biaya terkait proses pengolahan darah sebelum bisa di distribusikan ke pasien.

Sebab, darah yang diambil pertama kali dari pendonor itu tidak bisa langsung digunakan begitu saja, tetapi harus melalui proses tahapan tahapan untuk menjadikan darah tersebut aman untuk digunakan.

“Seandainya PMI banyak uangnya dan sanggup maka biaya itu tidak akan dibebankan kepada masyarakat tapi diberikan secara gratis,” tegasnya. (***)