IKNB  di Sulsel Tumbuh Positif, Pegadaian Masih Terkoreksi

  • Whatsapp
IKNB  di Sulsel Tumbuh Positif, Pegadaian Masih Terkoreksi
MAKASSAR, UPEKS — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 6 Sulampua mencatat, situasi Industri Keuangan Non Bank (IKNB) di Sulawesi Selatan  (Sulsel) posisi Februari 2022 tetap menunjukkan kinerja positif di tengah masa pandemi.
Kepala OJK Regional 6 Sulampua Mohammad Nurdin Subandi menyebutkan adapun INKB tumbuh positif dana pensiun mampu tumbuh, tercermin dari total aset dan investasi yang masing-masing tumbuh 5,52% yoy dan 6,17% yoy menjadi Rp1,18 triliun dan Rp 1,13 triliun.
“Begitu pula dengan piutang yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan yang juga tumbuh 11,90% yoy menjadi Rp13,16 triliun. Jamkrida Sulsel juga mencatatkan pertumbuhan yang tinggi untuk aset dan outstanding penjaminan sebesar 64,97% yoy dan 136,29% yoy,” tandas Nurdin, baru-baru.
Sementara pinjaman yang disalurkan oleh Pegadaian, sambung Nurdin terkoreksi melambat -4,65% yoy menjadi Rp 4,58 triliun.
Terkait pengaduan layanan Konsumen. Menurut Nurdin,masih didominasi oleh perbankan sebanyak 22 pengaduan dan perusahaan pembiayaan/leasing (l20 pengaduan.
Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 6 Sulampua mencatat hingga Februari 2022, share aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit Perbankan di Provinsi Sulsel terhadap nasional masing-masing 1,59%, 1,49% dan 2,21%.
Nurdin menyebutkan berdasarkan kegiatan usaha, secara keseluruhan aktivitas bank umum di Sulsel masih didominasi oleh bank konvensional dengan share aset, DPK dan kredit masing-masing sebesar Rp149,46 triliun atau 93,16% ,Rp102,06 triliun atau 92,83% dan Rp118,14 triliun
atau 92,83%.
“Berdasarkan jenis penggunaan, kredit produktif tumbuh 4,51% secara yoy dengan nominal mencapai Rp69,11 triliun dan Kredit Konsumtif terkoreksi melambat -0,31% secara yoy dengan nominal mencapai Rp58,16 triliun,” ujar Nurdin. (aca/mah).