Polda Terus Kembangkan Kasus Pengadaan Alkes RS Siti Fatimah

Polda Terus Kembangkan Kasus Pengadaan Alkes RS Siti Fatimah

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Setelah Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Sulsel menetapkan 10 tersangka dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Siti Fatimah, kasus tersebut masih terus dikembangkan.

Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Fadli dikonfirmasi mengatakan, kasus itu masih terus dilakukan penyelidikan dan nanti tergantung alat buktinya.

Bacaan Lainnya

“Ya tergantung alat bukti, pokoknya siapa terlibat harus bertanggung jawab,” tegas Kompol Fadli, Senin (14/3/22).

Dalam kasus itu, ada 10 orang sudah ditetapkan tersangka. Masing-masing berinisial DRL selaku PPK dan Direktur RS Siti Fatima, RR selaku Direktur PT Sania perdana, AB Direktur PT Lasono Nan Utama dan HR Direktur PT Mentari Alkes Sindo Jaya.

Kemudian, LH selaku Manajer Operasional PT Mentari Alkes Sindo Jaya pada tahun 2016, SM Staf Teknis PT Mentari Alkes Sindo Jaya. Sedang Pokja masing-masing inisial MF, A, U dan M.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri sebelumnya mengatakan, dari pemeriksaan nantinya pasti akan berkembang. Termasuk arahnya kemana, nantipun akan dilihat perkembangannya.

“Yang pasti dari ke 10 tersangka ini meraka yang mendasari terjadinya kerugian negara ini. Kemungkinan akan bertambah tersangka sesuai dari hasil penyelidikan yang berkembang,” kata Widoni.

Adapun lima tersangka selaku rekanan, mereka semua asal Jakarta. Lima orang ini memang tertera dari ke 10 tersangka kasus RS Siti Fatimah yang hasil audit BPK RI merugikan keuangan negara sebesar Rp 9,3 miliar.

“Dari ke 10 ini, lima orang berhasil ditangkap di Jakarta dan memang berdomisili disana. Lima lainnya berada di Makassar,” ucap perwira Polri tiga bunga ini. (Jay)