JK Berkunjung ke Luwu

  • Whatsapp
JK Berkunjung ke Luwu

LUWU,UPEKS.co.id— Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) memastikan jika tak ada aral melintang Pabrik Smelter PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) yang terletak di Kecamatan Bua dan akan mulai beroperasi.

Hal ini dikatakan saat diwawancara oleh Media saat mengunjungi Luwu, Senin (28/03) Kunjungan ke Luwu, pemilik Perusahaan besar di Sulsel ini untuk melihat perkembangan pembangunan BMS. Ia berkeliling melihat secara langsung kondisi perusahaan Kalla group tersebut.

Bacaan Lainnya

JK tiba menggunakan pesawat pribadi yang mendarat di Bandara I Lagaligo Bua disambut Sekda Luwu, Drs H Sulaiman, Camat Bua, Andi Satti Latief, Kepala Desa Karang-Karangan Asbar, dan unsur Forkopimda Luwu.

Bersama unsur Forkopimda Luwu, JK langsung menuju lokasi pembangunan pelabuhan Jeti PT BMS di Desa Toddopuli bersama Sekda Luwu dan Forkopimda Luwu. Usai dari lokasi pelabuhan Jeti PT BMS, JK menuju site PT BMS yang berlokasi di desa Bukit Harapan, Kecamatan Bua.

“Saat penerimaan karyawan, nanti ketika beroperasi sebanyak 80 persen masyarakat Luwu yang akan direkrut tentu sesuai skill mereka, harapan kami dengan adanya BMS dapat meningkatkan kesejahteraan pribumi,” ujarnya.

JK bersama Sekda Luwu dan Forkopimda Luwu menyempatkan melihat dari dekat pembangunan pabrik tungku PT BMS dan sekira pukul 08.55 WITA langsung memimpin meeting bersama manajemen PT BMS dihadiri pula Forkopinda Luwu dan jajaran Pemkab Luwu di ruang Meeting room PT BMS.

Sekda Pemkab Luwu, Drs Sulaiman, mengatakan dengan beroperasinya BMS maka akan terjadi peninggalan kesejahteraan masyarakat.

“Pasti berdampak pada kesejahteraan masyarakat di sini akan terjadi peningkatan kesejahteraan secara signifikan,” ujar mantan kepala BKD Luwu ini.

Manager BMS Zulkarnain mengatakan BMS mulai berjalan di tahun 2016 tapi baru mulai tahun ini jalan konstruksi, saat ini karyawan di BMS sejumlah 525.

“Saat ini kami masih fase konstruksi jadi yang dianggap karyawan ini adalah karyawan konstruksi. Saat ini kita baru ada 2 tungku,” ujarnya.

Zul menjelaskan, pada tahap pertama di bulan Maret sudah star konstruksi dengan target 2,6 tahun selesai dua tungku.

Untuk diketahui tiap tungku untuk Feronikel berkapasitas 33 ribu ton pertahun sementara untuk tungku sulfar berkapasitas 60 ribu ton per tahun. (***)