Jaksa Eksekusi Terpidana Pemalsuan Dokumen

Jaksa Eksekusi Terpidana Pemalsuan Dokumen

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Wati Dg Intang, satu dari tiga terpidana kasus pemalsuan dokumen berhasil dieksekusi jaksa eksekutor dari Tim Kejati Sulsel bersama Kejaksaan Negeri Makassar, Selasa (8/3/22).

Terpidana dijemput dikediamannya di wilayah Tanjung Bunga oleh Jaksa Eksekutor Andi Syahrir Kejati Sulsel bersaman Kasi Kamnegtibun & TPUL Bidang Pidana Umum Kejati Sulsel, Andi Fahrul.

Bacaan Lainnya

Wati Dg Intang awalnya sempat melakukan penolakan. Wati berkeras untuk tidak dibawa menuju Lapas Perempuan Bolangi  untuk menjalani hukuman pidananya.

“Tunggu dulu pak, saya hubungi pengacara ku,” ujar terpidana Wati Dg Intang sebelum tim membacakan putusan Mahkamah Agung yang menjadi dasar eksekusi.

Pelaksana Harian Kasi Pidum Kejari Makassar, Andi Hairil Akhmad mengatakan, terpidana tersebut  awalnya sempat menolak untuk di eksekusi, namun tim jaksa eksekutor kemudian berhasil memberikan penjelasan hingga akhirnya Wati dieksekusi.

“Sempat ada penolakan, tapi setelah dijelaskan posisi perkaranya yang telah memiliki kekuatan hukum tetap sesuai putusan Mahkamah Agung, terpidana akhirnya bisa dieksekusi,” kata Andi Hairil, 

Kendati begitu dua orang terpidana lainnya yakni Gento Dg Lalang dan Bonto tidak berada dikediamannya. Sehingga dalam waktu dekat akan dipanggil secara patut oleh  Kejaksaan Negeri Makassar.

Andi Hairil mengancam, jika keduanya dipanggil namun tidak mengindahkan panggilan itu, maka tentunya kedua terpidana itu akan dianggap sebagai buron.

“Kita akan panggil secara patut dulu, kalau kemudian tidak datang atau mangkir. Kita panggil lagi. Kalau tidak datang lagi kita tetapkan sebagai DPO, ” tegas Kasi Intel Kejari Bone ini, Selasa (8/3/22) malam.

Andi Hairil menyebut para terdakwa memang telah dijatuhi pidana ditingkat Kasasi Mahkamah Agung dan dinyatakan bersalah melanggar pasal 263 ayat (2) Jo pasal 64 ayat (1) KUHP dan dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun. (Jay)