Dukcapil Gelar Rakor Kolaborasi Pencatatan Sipil Sinergitas Pelayanan Jemput Bola

  • Whatsapp
Dukcapil Gelar Rakor Kolaborasi Pencatatan Sipil Sinergitas Pelayanan Jemput Bola

TAKALAR,UPEKS.co.id— Permasalahan yang paling mendasar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di semua Kabupaten Kota termasuk Takalar, pada penertiban dan penerbitan Dokumen Kependudukan adalah rendahnya Kesadaran Masyarakat dalam melaporkan peristiwa kematian, Sehingga banyak data penduduk yang seharusnya sudah terhapus di Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Kabupaten Takalar, tetapi karena tidak dilaporkan ke dukcapil maka data orang yang telah meninggal tersebut masih tetap ada, dan tetap terhitung sebagai

Bacaan Lainnya

Penduduk.

“Akibatnya data kita masih dianggap kotor, sehingga banyak dampak yang ditimbulkannya,” Jelas Kadis Dukcapil Takalar H Abdul Wahab.

Lebih lanjut dikatakan, Beberapa akibat yang ditimbulkannya adalah sebagai Target 100 % vaksin tidak akan bisa tercapai karena, penduduk yang sudah meninggal masih tetap masuk sebagai sasaran Vaksin.

Penduduk yang mati yang tidak terlapor di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Takalar, dan merupakan penerima jaminan Kesehatan atau BPJS, maka Keuangan Negara dan Atau Keuangan Daerah akan tetap membayarnya.

Selain itu DAK2 dan Daftar Potensial Pemilih Pemula Pemilu (DP4) untuk pemilu

2024 akan diserahkan oleh Kemendagri ke KPU RI pada Bulan Oktober

tahun 2022 ini. Artinya kalau tidak ada Effort dari bulan 4 sampai bulan 6, atau semester I, maka masih banyak data penduduk yang mati yang masih akan terdaftar di daftar Pemilu 2024.

Oleh karena itu Ditjen dukcapil telah membuat surat edaran Ke DUKCAPIL seluruh Kabupaten Kota, dengan Nomor surat 472.12/11406/Dukcapil, tanggal 30 Agustus 2021 perihal peningkatan Cakupan Akta Kematian, yang memerintahkan kepada dinas Dukcapil se Indonesia untuk melakukan Kerjasama dengan Aparat desa dalam Peningkatan

pelaporan Kematian dan penggunaan buku pokok Kematian. Sehingga data penduduk dapat lebih mutakhir.

“Atas dasar itulah sehingga rapat koordinasi pelayanan pencatatan sipil, sangat Mendesak untuk dilakukan, untuk mempercepat proses pelayanan jemput bola dalam masa semester 1 Tahun 2022, sebelum data Kependudukan Bersih (DKB) semester pertama dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri pada bulan Juli,” Ujarnya.

Forum Rapat Koordinasi ini ditujukan untuk mendapatkan dua manfaat yakni :

A. Out Put

1. Lembar kerja rumusan Rencana tindak Lanjut forum rapat koordinasi

Pelayanan Keliling Pencatatan Sipil

2. Adanya Naskah Kesapahaman Bersama antara Dinas Dukcapil

dengan pihak pihak yang terkait,  upaya Peningkatan pencatatan

peristiwa Kematian, kelahiran, perkawinan dan perceraian yang

berpijak pada regulasi.

3. Kesepakatan Jadwal Waktu Pelayanan Jemput Bola pencatatan Sipil.

B. Out Come

1. Hadirnya Regulasi Di tingkat Kabupaten dan Di tingkat Pemerintah

Desa/Kelurahan sebagai dasar Pelaksanaan Pengisian Buku Pokok

Pemakaman dan Laporan Peristiwa Kematian.

2. Terlaksananya secara berkesinambungan Laporan peristiwa dan

Cakupan Akta Kelahiran Dan Kematian dari Desa/kelurahan

3. Meningkatnya Jumlah Laporan Perkawinan yang tercatat.

“Kegiatan Rapat Koordinasi dilakukan dalam bentuk pertemuan didalam ruangan dengan menghadirkan Narasumber yang berkaitan erat dengan

permasalahan tersebut.

Rapat Koordinasi ini dibagi dalam 2 SESI pertemuan,” Kata Kadis Dukcapil H Abdul Wahab.

Lanjut Dikatakan sesi I secara Khusus Membahas mengenai pola strategi peningkatan Pelaporan peristiwa Kematian dan peningkatan Cakupan Akta Kematian serta Pelaporan Buku Pokok Pemakaman.

Sesi II Membicarakan mengenai pola dan Strategi peningkatan Pelaporan

Peristiwa Kelahiran dan Cakupan Akta kelahiran. Serta Peningkatan

Laporan Pencatatan Peristiwa Perkawinan tercatat.

Kata Kadis Dukcapil Takalar Target jumlah Peserta adalah 181 orang, yang merupakan beberapa utusan

OPD, Pemerintah Desa  Kelurahan dan Aparat Dukcapil Takalar. terbagi dalam dua Sesi.

Begitu juga peserta yang diundang juga di bagi dua gelombang yakni Golombanh Pertama pesetanya

1) Pemerintah Desa/Kelurahan 100 orang

2 ) Dinas LHP 2 orang

Kadis & Seksi

Pemakaman

3) Rumah Sakit 1 orang

4) Dinas Sosial dan PMD

1 orang

Kabid Pemdes

5 ) Bagian Hukum Setda

1 orang

Total 105 orang

Gelombang Kedua

1) Dinas Kesehatan 1 orang

2 )Dinas Pendidikan

1 orang

3 )Korwil diknas 10 orang

4) PKM 17 orang

5 ) Kementerian Agama

1 orang

6 ) KUA Kecamatan

9 Orang

7 )Pengadilan Agama Takalar 1 orang

8 )Pemerintah Kecamatan 10 orang

9 ) Aparat Dukcapil

26 orang.

Jumlah Peserta Sesi II

76 orang,sehingga jumlah peserta atau target peserta sesi I dan II 181 orang

Kegiatan Pelaksnaan Rakor Tersebu berlangsung Sesi Pertama dilaksanakan Pada: Hari /tanggal : jumat – Sabtu, 11-12 Maret 2022

2. Sesi kedua dilaksanakan Pada:

Hari/ tanggal : Sabtu-Ahad. 12-13 Maret 2022 di Hotel Tree Makassar

Salah satu Panitia Kegiatan Rakor Tersebut mengatakan Rapat koordinasi Pelayanan Pencatatan Sipil ini, satu Langkah awal dari

bidang pencatatan sipil sebelum memulai pelayanan jemput bola.

“Sebuah Langkah kolaboratif untuk menyatukan energi dari Perangkat pemerintah Daerah dari beberapa perangkat pemerintah pusat agar dapat memicu kesadaran masyarakat akan Pentingnya Pelaporan Peristiwa penting yg mengubah elemen data kependudukan, serta untuk menghasilkan aggregasi data jumlah penduduk yang akurat dan Mutakhir,” jelasnya.

Lanjut dikatakan Sebab data Aggregat jumlah Penduduk yg Akurat dan ter Update akan sangat menentukan ketepatan analisis pengambilan keputusan perencanaan dan kebijakan Pembangunan Daerah dan Pusat. (Jahar)