Tolak Penggusuran PTPN, Ratusan Petani Gelar Unjuk Rasa

  • Whatsapp
Tolak Penggusuran PTPN, Ratusan Petani Gelar Unjuk Rasa

ENREKANG,UPEKS.co.id— Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Massenrempulu (AMPU) berunjuk rasa di lokasi PTPN XIV di Desa Batu Mila, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Rabu (2/2/2022).

Aksi unjuk rasa kali ini mendatangkan massa lebih besar dari sebelumnya yakni sekitar 400 orang dengan memblokade jalan poros Sidrap Enrekang bahkan aksi diwarnai dengan gerakan bakar ban.

Bacaan Lainnya

Korlap Aksi, Rahmawati Karim mengatakan, unjuk rasa yang dilakukan adalah bentuk penolakan terhadap penggusuran yang dilakukan pihak PTPN XIV sejak Minggu kedua bulan Desember tahun 2021.

Penggusuran tersebut mengakibatkan ribuan hektar tanaman petani seperti cengkeh, merica, vanili, durian, rambutan, lengkeng, kayu jati, kayu hitam, kayu Cendana,kurma, aren dan ratusan tanaman petani lainnya rata dengan tanah

“Sampai hari ini, Khusus untuk Dusun Sikamasean terdapat 58 petani yang tanamannya diratakan dengan tanah. Selain itu sudah puluhan rumah yang pekarangannya sudah diratakan dengan tanah. Bahkan sudah ada rumah yang dirobohkan,” ujar Korlap aksi Rahmawati Karim.

Dia menjelaskan aksi yang dilakukan hari ini adalah gabungan lima desa dari Kecamatan Cendana dan Kecamatan Maiwa untuk melakukan penghentian penggusuran.

Rahmawati Karim juga menyesalkan Camat Maiwa, Andi Asruddin yang mewakili Bupati ternyata tak mampu mengambil keputusan dan tak berpihak kepada masyarakatnya.

“Kami menginginkan hadirnya Pak Bupati selaku yang mengeluarkan rekomendasi pembaharuan HGU seluas 3267 hektar, tapi yang mewakili adalah Pak Camat,” Pungkasnya.

“Tapi ternyata harapan rakyat untuk menghentikan penggusuran oleh Pak Camat ternyata itu sama sekali tidak menunjukkan niat baik Pemerintah Daerah bagaimana melihat kehidupan masyarakat yang jadi korban penggusuran,” Tambahnya.

Untuk itu, selaku Korlap aksi, Rahmawati akan terus melakukan aksi sampai Bupati mengambil kebijakan menghentikan penggusuran.

“Jadi ini baru Pra Aksi yang kami lakukan dengan menghadirkan 400 orang dan kami akan melakukan aksi lagi dengan menghadirkan massa yang lebih besar jumlahnya,” Tutup aktivis Anti Korupsi ini.

Sementara itu Ahmad Bidin, Asisten Kepala unit PTPN Keera Unit Maiwa mengatakan akan menyampaikan keinginan masyarakat kepada Pimpinan PTPN karena dia sebagai pengawas tak punya kewenangan untuk mengambil tindakan apapun dilokasi tersebut. (sry)